“Banjir datangnya cepat… pemulihannya lambat.
Hutan hilang, bukit botak, warga jadi tameng.
Setiap tahun kita disuruh ‘sabar’,
tapi yang bikin rusak kok nggak pernah ditegur?
Air sih turun dari langit…
tapi masalahnya datang dari manusia.” #AgreTalks #CaseTalks #BanjirSumatera #KeadilanLingkungan #HakWarga
Banjir yang terjadi secara berulang di Sumatera bukan hanya masalah alam semata, melainkan juga akibat dari kerusakan lingkungan yang semakin parah. Hilangnya hutan sebagai penyangga alami air dan bukit yang gundul membuat daerah-daerah tersebut rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Kondisi ini dikhawatirkan juga mengabaikan hak warga yang terdampak secara langsung, karena mereka sering kali menjadi pihak yang paling merasakan dampak kerusakan lingkungan, namun minim mendapat perhatian dan perlindungan yang memadai. Dalam konteks ini, keadilan lingkungan menjadi hal yang penting untuk diperjuangkan. Keadilan lingkungan menuntut agar setiap orang memiliki hak yang sama untuk hidup di lingkungan yang sehat dan aman serta memperoleh perlindungan dari tindakan yang merusak lingkungan. Namun sayangnya, dalam banyak kasus, pola pembangunan dan eksploitasi alam yang tidak berkelanjutan justru mengorbankan lingkungan dan warga lokal yang ada di sekitarnya. Salah satu faktor utama yang menambah buruk kondisi ini adalah kurangnya penegakan hukum terhadap pelaku kerusakan lingkungan. Penyebab rusaknya hutan dan alam ini seringkali berasal dari aktivitas manusia seperti penebangan liar, perambahan hutan, dan pembangunan yang tidak ramah lingkungan, namun jarang sekali pelaku-pelaku tersebut dikenai sanksi tegas. Akibatnya, siklus kerusakan dan banjir terus berulang setiap tahun. Sayangnya, masyarakat yang terdampak banjir sering kali hanya disarankan untuk 'bersabar' tanpa ada tindakan nyata untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan lebih lanjut. Hal ini menunjukkan perlunya partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta untuk menjalankan upaya pemulihan lingkungan dan penegakan hukum yang adil dan efektif. Melalui diskusi dan kesadaran seperti yang tergambar di kampanye #AgreTalks dan #KeadilanLingkungan, diharapkan masyarakat dapat lebih paham mengenai hubungan antara kerusakan lingkungan dengan bencana alam seperti banjir serta pentingnya menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan hidup yang lebih baik. Dengan begitu, hak-hak warga dalam mendapatkan lingkungan yang sehat dapat terlindungi dan bencana banjir yang datang dengan cepat dapat diminimalkan dampaknya secara berkelanjutan.