Kompos
Sisa-sisa makanan, kulit buah, batang sayuran kami kumpulkan untuk dijadikan pupuk kompos. Dibawahnya tanah dan campuran sekam. Kegiatan yang menyenangkan#KeseharianKu
Waktu pertama kali mulai ngumpulin sisa makanan buat kompos, aku sempat bingung gimana cara jelasin ke orang lain biar mereka tertarik ikut. Dari situ kepikiran bikin gambar brosur mudah dengan tema kompos rumahan. Jadi bukan cuma praktik di rumah, tapi juga disebarin idenya, misalnya buat tugas sekolah, kegiatan RT, atau kampanye lingkungan kecil-kecilan. Aku biasanya mulai dari konsep sederhana: judul besar di atas, misalnya "Yuk Buat Kompos di Rumah!" atau "Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk". Di bagian tengah brosur aku kasih ilustrasi langkah-langkah: sisa makanan, kulit buah, batang sayuran, lalu gambar ember atau wadah kompos dengan lapisan tanah dan sekam di bawahnya. Kalau nggak bisa gambar, bisa pakai foto sendiri yang lagi nyusun kompos, jadi lebih terasa personal. Biar lebih menarik, aku suka pakai warna hijau dan cokelat yang identik dengan alam dan tanah. Di salah satu brosur aku bahkan nambahin kata-kata "BERAS SOSO" buat jelasin kalau kita juga bisa manfaatin sisa beras atau menaruh kompos di dekat area penyimpanan beras agar lebih dekat dengan dapur. Intinya, tunjukkan bahwa bahan-bahannya itu benar-benar dari keseharian, bukan sesuatu yang rumit atau mahal. Tips lain supaya gambar brosur mudah dikerjakan: 1. Pakai layout simpel: judul di atas, gambar di tengah, poin-poin singkat di bawah. 2. Gunakan kalimat pendek seperti "Kumpulkan sisa makanan", "Tambahkan tanah dan sekam", "Aduk dan diamkan", "Siap jadi pupuk". 3. Tambahkan ikon kecil, misalnya gambar buah, sayur, daun, dan tanah, supaya pesan lebih cepat dipahami. Pengalamanku, brosur dengan gaya UGC alias pakai foto dan cerita sendiri justru lebih ngena. Orang yang lihat jadi merasa, "Oh, ini bisa aku lakukan juga di rumah." Apalagi kalau ikut diselipkan tagar atau judul kecil seperti #KeseharianKu untuk menunjukkan bahwa kegiatan kompos ini benar-benar bagian dari aktivitas sehari-hari, bukan proyek besar yang susah dilakukan. Kalau mau dibawa ke sekolah atau komunitas, kamu bisa print versi sederhana di kertas A4, lipat jadi tiga, dan jadikan contoh brosur. Dengan cara ini, satu kegiatan kecil di dapur—ngumpulin sisa makanan, kulit buah, batang sayuran, ditumpuk di atas tanah dan sekam—bisa berubah jadi bahan edukasi yang bermanfaat dan mudah dipahami lewat brosur sederhana.





























