Aku Depresi karena kondisi Anakku
Jadi aku tuh akhir tahun 2023 didiagnosis depresi berat sama psikiater, terus kemarin-kemarin aku beraniin diri bilang sama orang tua suami. Aku niat ngasih tau mereka karena aku pengen mereka tau aku tuh sekarang lagi berjuang sembuh dari sakit jiwa dan biar mereka tau kalo aku jadi sakit mental gara-gara anak mereka dan sebenernya karena mereka juga. Sampe aku bilang ke mereka aku pernah bener-bener nyerah dalam hidup dan pengen banget mengakhiri hidup, bahkan setiap tidur berharap besoknya aku ga bangun lagi, sampai sekarang juga aku selalu bertahan buat ga gila meskipun setiap hari beneran hampir gila tapi aku coba kontrol lagi pikiran dan emosi aku setiap lonjakan penyakit itu naik pengen bener-bener keluar.
Tapi ternyata setelah aku bilang ke mereka, mereka tetep ga mau merasa salah, tetap membela anak mereka dan diri mereka sendiri, pas aku bilang ekspresi muka mereka apalagi bapaknya suami seakan ga terima bahwa aku depresi karena mereka. Akhirnya malah seperti biasa mereka memutar balik kan fakta dan berujung malah cari-cari kesalahan aku dan akhirnya malah bilang bahwa aku depresi karena aku ga bisa menerima kondisi anakku yang CP. Padahal psikiater aja bilang karena kondisi lingkungan aku yang toxic yang buat aku selalu memendam emosi, akhirnya karena udah terlalu penuh dan badanku udah ga kuat lagi buat menahan nya, jadi semua meluap dan bereaksi ke badan juga ke emosiku yang jadi turun naik ga stabil.
Sampai aku selesai dan mau pulang dari rumah mereka dengan niat hati ingin mendengar mereka minta maaf karena buat aku kaya gini dan minta maaf atas sikap anak mereka, aku malah terus aja di bilang ga bisa terima kondisi anakku makanya aku depresi, padahal kalo emang aku depresi karena ga bisa nerima kondisi anak, anakku ga bakal aku urus, mungkin aku akan seperti ibu lainnya yang depresi karena kondisi anak, ibu yang depresi karena kondisi anak itu mereka suka melempar atau membanting anak meski ke kasur, bentak-bentak anak, nyalahin anak juga, dan sampai menelantarkan ga perduli dan ga mau ngurus anaknya (itu yang aku liat di tiktok).
Jadi sebenernya aku ini bodoh ya? salah ya bilang sama mereka, dan berusaha untuk mendapatkan pembelaan bahwa mereka tuh selama ini salah sampai-sampai aku sekarang kena sakit mental?
menurut kalian aku ini salah ya melakukan itu? sharing donk temen-temen kasih tau?
#TentangKehidupan #BahasMental #POVOrangTua #RelateGak #PerasaanKu
Pengalaman depresi yang aku alami memang sangat berat, apalagi karena aku harus menghadapi situasi di mana orang tua suamiku tidak memahami kondisi mentalku. Mereka justru menyalahkan aku karena dianggap tidak bisa menerima kondisi anak kami yang cerebral palsy (CP). Dari pengalaman ini, aku belajar bahwa penting sekali untuk mencari dukungan yang tepat ketika menghadapi depresi, terutama dari orang-orang yang tulus mendengarkan dan memahami. Aku juga sempat diberi obat seperti Aripiprazole dan Fluoxetine yang tertera dalam resep, yang membantu mengendalikan emosi dan stabilisasi moodku. Namun, obat saja tidak cukup tanpa adanya lingkungan yang mendukung. Aku mulai mencoba teknik relaksasi, terapi perilaku kognitif, dan berbicara dengan komunitas yang mengalami hal serupa agar tidak merasa sendiri. Bagi siapa saja yang punya anak dengan kebutuhan khusus dan merasakan tekanan mental, aku sarankan untuk aktif mengakses informasi di luar sana dan mencari bantuan profesional. Jangan ragu mengungkapkan perasaanmu, dan ingat, menerima kondisi anak bukan berarti kamu harus mengorbankan kesehatan mentalmu. Kadang, orang terdekat sulit diajak memahami, jadi carilah mereka yang bisa mendukung perjalanan penyembuhanmu. Ini bukan tentang menyalahkan siapa pun, tapi tentang bagaimana kita saling menguatkan dalam menghadapi tantangan hidup. Aku harap cerita ini bisa memberi semangat bahwa depresi tidak harus dihadapi sendiri dan ada harapan untuk sembuh dengan dukungan yang tepat.





kak, kakak gk salah kog, tapi memang kenyataanya berurusan dengan orang yg toxic dan playing victim itu melelahkan, kita bicara benar pun tetap akan salah dimata mereka, mereka tidak akan pernah menyadari kesalahan mereka, karena sudah watak kak, peluk jauh ya kak, tetap semangat demi anak kakak, sayangi diri sendiri agar tetep waras ya kak