Throwback as a Blogger

Sudah beberapa bulan ini aku memilih untuk nggak kebanyakan "promosi sana sini ke sirkel sendiri" post yang kubuat, baik di blog maupun di medsos. Aku ingin segalanya berjalan seorganik mungkin.

Pernah banget ngerasa kalau post-post yang kutayangkan sebutuh itu untuk dikunjungi oleh teman-teman sesirkel. Pada waktu itu, memang karena tuntutan view.

Akhirnya, pertemanan dan saling dukung serasa transaksional banget. Ini tuh opini Ka Acha ya.

Jujur, tulusnya kurang berasa. Makanya kupilih mundur beberapa langkah demi merasa nyaman lagi untuk menghasilkan karya dan terus mengisi blog dan medsos yang kukelola.

Balik ke tujuan awal. Pertebal niat yang sudah diikrarkan kemana-mana.

Sejauh ini, hasilnya nggak semoncer dulu. Kalau mau main banding-bandingan sama versi Ka Acha yang kemarin sih, dari segi angka ya beda banget. Tapi kalau ditanya, mana hidup yang lebih bikin bebas deg-degan keseringan, ya sekarang.

Aku nggak bisa menyenangkan semua orang. Maka kupilih menyamankan diriku sendiri lebih dulu. Daripada tertekan dan berakhir stres sendiri, ya kan?

Blogwalking atau medsos walking, masih ... masih banget. Cuma kalau akunku nggak dikunjungi balik sama teman sesirkel, ya nggak apa-apa. Ngasih like komen pun jadi ringan, karena memang tujuannya merajut jejaring, bukan kejar angka engagement doang.

Aku belajar begini dari salah seorang blogger senior yang suka banget blogwalking ke blogku. Komennya tulus banget. Bahkan masih terus mampir walaupun aku nggak selalu balas balik mampir ke blognya buat baca tanpa ngasih komen di sana.

Ini soal rasa. Bukan soal angka.

#bloggerlife #lifestyleblogger #blogger

1/22 Diedit ke