Menu ala Rumah Kakek Nenek
Me first.
Saronco Wua Parongge. Rasanya asam segar. Isian dari wua parongge alias buah kelor ini tuh, lembuuuttt banget. By the way, ini menu rumahan khas Bima - Nusa Tenggara Barat.
Sebab rasa kangen itu pulalah, kutuliskan menu ini dalam novel terbaruku yang berjudul Hafa dan Seporsi Cinta Pilihan Baba.
#authorlife #indonesiancuisine #bimantb #indonesianculinary #culinarystory
Saat saya membaca tentang Saronco Wua Parongge, saya langsung teringat pengalaman pribadi saat berkunjung ke rumah kakek dan nenek di daerah Nusa Tenggara Barat. Menu ini memang sangat berbeda karena menggunakan buah kelor yang jarang saya temui di hidangan sehari-hari. Rasanya yang asam segar memang cocok untuk menghilangkan rasa penat dan memberikan kesegaran. Buah kelor sendiri dikenal dengan banyak manfaat kesehatan, seperti membantu meningkatkan stamina dan kaya akan antioksidan. Dalam pengalaman keluarga, buah kelor sering diolah menjadi berbagai makanan dan minuman tradisional yang menyehatkan. Kesegaran dan kelembutan isian Wua Parongge membuatnya bukan hanya makanan biasa, tetapi juga pembawa cerita dan kenangan hangat tentang masa kecil bersama kakek dan nenek. Waktu saya mencoba membuat menu ala rumah kakek nenek ini sendiri di rumah, saya merasakan bagaimana tradisi kuliner dapat menyatukan keluarga. Selain itu, mempelajari cara pengolahan buah kelor dan rasa asam segar dalam Saronco Wua Parongge membuat saya semakin menghargai kekayaan kuliner Indonesia yang beragam dan penuh makna. Hidangan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang budaya, kekerabatan, dan nostalgia yang terkandung di dalamnya. Bagi Anda yang merindukan atau ingin mengenal lebih jauh tentang masakan khas Bima, saya sangat menyarankan untuk mencoba membuat atau mencari menu ini. Rasanya yang unik dan kehangatan yang dibawanya dapat memberikan pengalaman kuliner yang tidak terlupakan, seolah kembali ke suasana rumah kakek nenek yang penuh kasih dan kehangatan.





























