Bahas Jam Aktif untuk Menulis
Bagaikan seorang early bird sangat ingin jadi night owl.
Mau gimana lagi ya? Kalau diajak brainstorming ide malam-malam, bukannya lancar malah tepar.
Mau ikutan nulis bareng di waktu malam seperti ajakan seru dari teman-teman, belum apa-apa udah nyariin bantal. Ya Allah kenapa aku nggak bisa sekuat itu. ðŸ˜
Jujur, ngiri sama yang pada tahan begadang. Kondisi badan kalian besoknya aman? Mood di pagi hari tetap bisa tenang?
Salah satu alasanku sering mundur dan memilih jadi pendengar aja kalau ada teman di komunitas menulis yang bertanya, "gimana sih cara kamu ngatur waktu nulis tuh?". Soalnya yang kurasain tuh ya begini, Dears.
Malam bukan waktu terbaik untukku berkutat dengan segambreng bahan ketikan. Kalau pun menulis di saat hari masih gelap, seringnya kulakukan sembari menunggu adzan Subuh, dengan catatan ... kudu tidur dulu.
Udara pagi lebih kusuka dibanding ketenangan malam. Jadi, berat banget kayaknya kalau mau ngikutin kehidupan para penulis yang suka digambarin di novel atau film itu. 🥺
At the end of the day, ternyata setiap orang memiliki pace dan kenyamanannya masing-masing ya. Nggak bisa dipaksa dan diseragamin gitu aja.
Kalau kamu, lebih bisa jadi night owl si biang begadang, atau early bird si yang doyan aktif di pagi hari?
Menulis memang bukan aktivitas yang bisa dipaksakan pada waktu tertentu bagi semua orang. Dari pengalaman pribadi saya, mencoba menulis di malam hari serasa seperti melawan kondisi tubuh saya sendiri yang cenderung cepat mengantuk. Saya sering merasa ide sulit mengalir ketika dipaksa menulis di tengah malam, meskipun suasana hening dan ketenangan malam sebenarnya ideal untuk berkonsentrasi. Saya akhirnya menyadari bahwa bukan soal kapan waktu menulismu, tapi kapan kamu merasa paling nyaman dan fokus. Banyak yang mengidolakan menulis larut malam seperti yang sering digambarkan di novel atau film, tapi kenyataannya, banyak penulis juga yang justru produktif di pagi hari saat udara masih segar dan pikiran belum banyak terganggu. Bagi saya, menulis sambil menunggu adzan Subuh adalah momen terbaik karena pikiran segar dan kreativitas hampir maksimal. Mengatur jam aktif menulis juga berarti memahami ritme tubuh sendiri, apakah kamu lebih seorang early bird atau night owl. Jika kamu seorang night owl, mungkin kamu bisa memanfaatkan waktu malam untuk menulis ide-ide liar yang sering muncul tanpa gangguan. Namun, jika kamu seorang early bird, memulai tulisan saat matahari terbit bisa lebih efektif karena konsentrasi dan energi kamu terjaga. Menemukan jam aktif menulis ini tak hanya soal produktivitas, tapi juga menjaga kesehatan dan mood. Begadang tanpa istirahat cukup bisa berdampak buruk pada kualitas tulisan dan juga kesehatan mental. Jadi, jangan iri jika ada yang bisa begadang sambil produktif, karena setiap orang punya batasannya masing-masing. Yang terpenting adalah konsisten menulis, kapan pun waktunya, sambil mendengarkan sinyal dari tubuh. Cobalah bereksperimen dengan waktu yang berbeda dan catat hasil serta perasaanmu saat menulis. Semoga kamu bisa menemukan waktu terbaik untuk menyalurkan ide dan kreativitasmu!