Menunda Baca Karena ....

Nggak peduli lagi seru-serunya atau level penasaran sama buku yang dibaca sedang menyala-nyala ya, Dears. Pokoknya kalau keadaannya harus begini, yaaa ... harus ditunda dong ya.

Sabaaarrr. Biar lambat, asal bisa tamat. Kecuali kalau bukunya terlalu berat dan berakhir jadi DNF.

#readerlife #readertalk #bookish #bookbloggers

5/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenunda membaca buku memang sering terjadi pada banyak orang, termasuk saya. Dari pengalaman pribadi, alasan utama yang membuat saya menunda baca biasanya adalah aktivitas sehari-hari yang padat dan situasi tak terduga seperti sedang flu atau kumpul keluarga. Misalnya, saat ada banyak pekerjaan dengan deadline mepet, fokus saya otomatis teralihkan, sehingga waktu untuk membaca jadi berkurang drastis. Selain itu, momen kumpul keluarga memang seru dan penting untuk menjaga keharmonisan. Saat itu, saya memilih untuk berbaur dan menikmati waktu bersama ketimbang melanjutkan membaca, karena suasana hati yang santai dan kualitas interaksi jauh lebih berarti. Saya juga pernah menunda membaca saat sedang jalan-jalan; meski membawa buku, tapi interaksi dengan orang lain atau menikmati suasana sekitar lebih menyenangkan. Namun, saya selalu berusaha untuk kembali membaca secara perlahan agar buku yang saya mulai tetap bisa saya tamatkan. Sikap sabar dan konsisten, meskipun lambat, membantu saya menyelesaikan bacaan tanpa merasa tertekan. Kalau bukunya terlalu berat atau tidak menarik, saya juga tidak ragu untuk memberi tanda DNF (Did Not Finish) agar tidak membuang waktu. Tips saya agar tidak terlalu sering menunda adalah dengan membuat jadwal membaca yang fleksibel, seperti menetapkan waktu singkat tapi rutin setiap hari. Selain itu, memilih buku dengan tingkat kesulitan sesuai mood juga sangat membantu agar pengalaman membaca tetap menyenangkan. Meskipun suka ada gangguan, jangan lupa untuk tetap bersabar dan nikmati prosesnya—karena pada akhirnya, membaca harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan beban.