Sistem Syaraf Saluran Pencernaan (SSSP)

Jadi .....*Sistem syaraf Pusat* di otak kita (SSP) dan *Sistem syaraf di Saluran Pencernaan* (SSSP) Kita terhubung.

di SSSP (pencernaan) kita ada 100 Juta sel syaraf..dia membaca kita makan apa🤭

Makanya kalau saya suka merasa ngg nyaman rasanya kalo makan makanan yang kurang baik. hihihi..otak rasanya badan sudah nolak dan bedaaa aja ...😊✌️

Kalo usus kita bahagia, otak kita juga bahagia looo...

100 juta sel syaraf di pencernaan kita itu setara dengan 100 juta sel syaraf di Medula Spinalis di sistem syaraf pusat kita.

Terus dia lapor ama otak kitee Laporr komandaaan dia makan gorengaan🤣

Itu sebabnya *Usus disebut sebagai The Second Brain. Alias otak kedua*

#TentangKehidupan #ViralTerbaru #healthinfo #healthlifehappylife #healthlife

2025/11/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaTahukah Anda bahwa sistem syaraf di saluran pencernaan kita, dikenal juga sebagai Sistem Syaraf Saluran Pencernaan (SSSP), mengandung sekitar 100 juta sel syaraf yang berfungsi seperti otak kedua dalam tubuh manusia? Hal ini menegaskan peran penting usus dalam menjaga kesehatan tidak hanya secara fisik, tetapi juga psikologis. Sistem Syaraf Saluran Pencernaan bekerja secara independen namun tetap terhubung dengan Sistem Syaraf Pusat (SSP) yang berada di otak dan sumsum tulang belakang. Oleh karena itu, SSSP dapat mengirimkan sinyal ke otak yang memengaruhi suasana hati dan perasaan kenyamanan secara keseluruhan. Misalnya, saat kita mengonsumsi makanan tidak sehat seperti gorengan secara berlebihan, SSSP akan melaporkan kondisi ini ke otak, sehingga biasanya tubuh kita merasakan ketidaknyamanan. Fenomena ini menjelaskan mengapa istilah "The Second Brain" atau "Otak Kedua" sangat layak disematkan pada usus kita. Kesehatan usus sangat memengaruhi sistem imun, metabolisme, bahkan kesehatan mental kita. Sel-sel syaraf di usus juga membantu proses pencernaan dan absorbsi nutrisi dengan membaca apa yang kita makan sehari-hari. Lebih menarik lagi, penggantian sel kulit setiap 35 hari dan pembentukan sel hati sekitar sebulan sekali menunjukkan bahwa apa yang kita konsumsi secara langsung membentuk dan memperbaharui sel-sel penting dalam tubuh. Dengan kata lain, pola makan optimal yang mendukung kesehatan usus akan turut serta mendukung regenerasi sel yang sehat. Untuk menjaga kesehatan SSSP dan usus, penting menerapkan pola hidup sehat, termasuk konsumsi makanan kaya serat, probiotik, dan menghindari makanan berlemak tinggi atau berproses berlebihan. Ini akan membantu menjaga kondisi sel syaraf di saluran pencernaan tetap aktif dan berfungsi optimal sehingga otak dan tubuh kita dapat berkomunikasi dengan harmonis. Singkatnya, memahami sistem syaraf saluran pencernaan lebih dari sekedar memahami fungsi pencernaan. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan secara menyeluruh karena keseimbangan antara usus dan otak menentukan kesehatan fisik dan mental kita sehari-hari.