Tips Hemat Belanja Bulanan Ala Gen Z Dijamin Work!

2025/5/25 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSejak mulai tinggal sendiri, aku baru kerasa banget kalau belanja bulanan dan kebutuhan dapur itu bisa ngabisin banyak uang kalau nggak diatur. Dulu aku sering banget kalap di supermarket, masuk cuma mau beli minyak dan telur, eh keluar-keluar bawa skincare baru, snack sekarung, dan total belanjaan membengkak. Dari situ aku pelan-pelan belajar bikin sistem belanja bulanan yang lebih teratur. Hal pertama yang paling ngebantu adalah bikin daftar kebutuhan dapur bulanan. Aku biasanya bagi jadi beberapa kategori: bahan pokok (beras, minyak, gula, garam), lauk tahan lama (telur, ayam beku, ikan frozen), bumbu dapur (bawang, cabai, saus, kecap), dan keperluan lain kayak teh, kopi, dan cemilan secukupnya. Dengan list ini, aku jadi tahu mana yang wajib dibeli setiap bulan dan mana yang bisa di-skip kalau stok masih ada. Aku juga mulai bedain antara kebutuhan dan keinginan. Contoh, sabun cuci piring dan deterjen itu jelas kebutuhan, tapi beli snack mahal tiap minggu itu lebih ke keinginan. Biasanya aku kasih batas: dari total budget belanja bulanan, cuma sekitar 10–15% yang boleh dipakai buat jajan atau coba-coba produk baru. Selebihnya fokus ke kebutuhan dapur bulanan yang beneran kepake. Belanja bulanan juga lebih hemat kalau kita berani beli kemasan besar untuk barang pokok. Misalnya deterjen, beras, gula, atau minyak goreng. Memang di awal keliatan lebih mahal, tapi kalau dihitung per liter atau per gram, jatuhnya lebih murah. Aku biasanya bandingin harga per satuan di rak sebelum memutuskan mau ambil yang mana. Satu trik lagi yang aku suka banget adalah manfaatin aplikasi belanja dan e-wallet. Biasanya aku cek dulu ada voucher gratis ongkir, potongan harga, atau cashback berapa persen sebelum checkout. Kadang aku juga sengaja belanja pas lagi tanggal kembar atau promo gajian, karena diskonnya lumayan. Tapi tetap, aku usahakan belanja sesuai daftar, jangan tergoda beli barang yang nggak ada di list cuma karena lagi promo. Terakhir, aku selalu pasang batas budget belanja bulanan. Misalnya, aku set Rp500 ribu–Rp700 ribu khusus kebutuhan dapur bulanan. Waktu belanja, aku catat pengeluaran di aplikasi note atau spreadsheet sederhana. Begitu sudah mendekati batas, aku jadi lebih mikir dua kali sebelum nambah barang ke keranjang. Dengan kebiasaan ini, belanja bulanan jadi lebih terkontrol, stok dapur aman, dan yang paling penting, akhir bulan nggak lagi panik karena uang habis tanpa tahu kemana. Kamu juga bisa coba pelan-pelan, nggak harus langsung sempurna. Yang penting konsisten dan evaluasi tiap bulan: apa yang kebanyakan, apa yang kurang, dan mana yang bisa dipangkas untuk bulan berikutnya.

Cari ·
tips hemat ala gen z