Jajanan Legend Yang Sudah Ada Sejak Zaman Penjajah
Dari bakso sampai serabi, banyak camilan yang ternyata udah eksis dari zaman penjajahan Belanda, lho!
Nggak heran kalau rasanya ngangenin banget.
Semua jajanan ini dulu jadi makanan rakyat karena murah, enak, dan gampang ditemuin. Sampai sekarang, mereka tetap jadi favorit di berbagai daerah!
Kamu paling suka jajanan yang mana?
#LifeBingo #WargaIndonesia #CurcolanWanita #CurcolanIRT #ViralTerbaru
Kalau ngomongin jajanan legendaris Indonesia yang sudah ada sejak zaman penjajahan, rasanya langsung kebayang suasana kampung, jajanan kaki lima, dan aroma kue yang baru mateng. Aku pribadi suka banget eksplor jajanan yang katanya sudah ada sejak era Hindia Belanda, tapi masih jadi favorit sampai hari ini. 1. Bakso: dari era VOC sampai jadi comfort food nasional Dari berbagai sumber, bakso sudah dikenal sejak masa VOC. Konon, idenya terinspirasi dari meatball Tiongkok, tapi disesuaikan dengan lidah lokal. Nggak heran kalau bakso identik dengan kuah bening gurih, bakso bulat kenyal, ditambah mi, tahu, dan sayuran. Buat aku, bakso itu penyelamat di segala mood: lagi hujan, lagi pusing, atau sekadar pengen hangat-hangat. Versinya juga macam-macam, mulai dari bakso gerobak kaki lima sampai bakso kekinian yang isi keju dan mercon. 2. Cilok: jajanan anak sekolah yang nggak pernah lekang Cilok khas Jawa Barat ini dari dulu selalu jadi sahabat pelajar. Bahan dasarnya tepung tapioka, makanya teksturnya kenyal-kenyal nagih. Dulu aku sering beli cilok yang ditusuk, disiram bumbu kacang kental dan kecap pedas. Harga murah, bikin kenyang, dan gampang ditemuin di depan sekolah atau gang rumah. Menurutku, cilok ini contoh jajanan rakyat yang mencerminkan kreativitas orang dulu: bahan sederhana, tapi rasanya bisa bikin kangen. 3. Kue Pancong/Bandros: kue Hindia yang lagi naik daun Kue pancong atau bandros juga disebut-sebut sudah eksis sejak zaman Hindia Belanda. Adonannya dari tepung beras dan kelapa parut, rasanya gurih wangi. Sekarang kue pancong lagi jadi trend, banyak yang modifikasi topping-nya pakai keju, cokelat, sampai matcha. Aku suka versi jadulnya yang cuma gurih-manis, dimakan pas masih hangat di pinggir jalan sambil ngopi atau ngeteh. 4. Serabi: dari era kerajaan sampai masa penjajahan Serabi bahkan sudah dikenal sejak era kerajaan, lalu tetap populer di masa penjajahan. Bentuknya mirip pancake tradisional, dengan bagian pinggir agak kering dan tengahnya lembut. Dulu mungkin serabi hanya polos atau pakai kinca gula merah, sekarang topping-nya makin niat: jagung, meses, keju, bahkan durian. Tiap kota punya gaya serabi sendiri, dan itu yang bikin seru buat dicoba satu-satu. 5. Tahu Gejrot: pedas-manis-asam yang bikin nagih Tahu gejrot khas Cirebon ini kelihatannya sederhana, cuma tahu goreng yang dipotong kecil-kecil lalu disiram kuah asam-manis-pedas dengan bawang dan cabai hijau. Tapi begitu makan satu suap, susah berhenti. Biasanya aku makan tahu gejrot sore-sore, ditemani angin sepoi di teras. Rasanya unik dan bikin melek, cocok buat kamu yang suka jajanan berkuah tapi tetap ringan. 6. Onde-onde dan jajanan pasar lain Selain yang sudah disebut, ada juga onde-onde, kue kelapa, dan jajanan pasar lain yang ikut mewarnai masa kolonial dulu. Banyak kue Hindia ala Belanda yang kemudian berbaur dengan kue tradisional Nusantara, jadilah jajanan yang sekarang kita kenal di pasar atau tukang jajanan keliling. Menurutku, yang bikin jajanan legendaris ini spesial bukan cuma rasanya, tapi juga cerita di baliknya. Mereka sudah menemani rakyat dari zaman penjajah sampai era serba digital sekarang. Kamu sendiri paling kangen sama jajanan legend yang mana: bakso, cilok, kue pancong, serabi, tahu gejrot, atau onde-onde?






Suka semua, tapi emang no 1 bakso😂😂