... Baca selengkapnyaDulu aku kalau belanja ke pasar atau minimarket jujur saja asal comot telur yang kelihatan mulus. Tapi setelah beberapa kali dapat telur yang cepat busuk dan kuning telurnya pucat, aku mulai cari tahu cara memilih telur yang baik dan awet. Ternyata, banyak petunjuk yang bisa kita lihat cuma dari cangkangnya.
Hal pertama yang biasa aku perhatikan sekarang adalah bentuk telur. Telur lonjong biasanya punya lebih banyak putih telur, jadi tinggi protein dan cocok banget buat yang suka bikin telur rebus untuk diet, bikin omelet tinggi protein, atau lauk simpel sehari-hari. Kalau lagi fokus nurunin berat badan, aku biasanya lebih sering pilih telur yang lonjong karena putih telurnya bisa dimakan lebih banyak dengan kalori yang tetap terkontrol.
Sebaliknya, telur yang bentuknya lebih bulat biasanya punya kuning telur yang lebih banyak. Nah, tipe telur seperti ini cocok banget dipakai untuk bikin kue, roti, atau dessert, karena kuning telur bikin adonan jadi lebih lembut, gurih, dan berwarna cantik. Kalau aku lagi ada rencana baking di rumah, aku sengaja cari telur yang bentuknya cenderung bulat supaya hasil kuenya lebih maksimal.
Selain bentuk, warna cangkang juga penting. Dari beberapa kali coba, telur dengan cangkang cokelat gelap biasanya kulitnya lebih tebal dan cenderung lebih tahan lama kalau disimpan dengan benar di kulkas. Ini berguna banget kalau kamu belanja stok untuk seminggu. Tapi tetap ya, harus dicek juga tanggal beli dan jangan disimpan terlalu lama.
Kalau cangkangnya lebih terang, biasanya kulitnya lebih tipis. Pengalaman aku, telur seperti ini sebaiknya cepat dikonsumsi, jangan kelamaan disimpan. Biasanya aku pakai duluan untuk masakan harian seperti tumis, telur dadar, atau campuran bakwan, supaya nggak keburu rusak.
Satu hal lagi yang sering dilupakan adalah bintik-bintik pada cangkang. Telur yang banyak bintik kecilnya biasanya datang dari ayam yang sudah tua. Dari yang aku rasakan, nutrisinya mungkin sedikit berbeda, tapi tetap aman dikonsumsi selama tidak retak, tidak berbau, dan disimpan dengan benar. Biasanya aku pakai telur seperti ini untuk masakan yang langsung diolah hari itu juga.
Tips tambahan dari aku: sebelum bayar, pelan-pelan pegang dan putar telur di tangan. Pastikan tidak ada retakan halus, tidak ada bau aneh, dan permukaannya kokoh. Kalau di rumah, kamu juga bisa cek kesegaran telur dengan cara sederhana: rendam di air. Telur segar biasanya tenggelam dan posisi tidur, sedangkan yang sudah kurang segar cenderung mengapung.
Setelah tahu cara memilih telur yang baik dari cangkang, belanja jadi lebih mindful. Aku jadi jarang buang telur karena busuk dan lebih bisa menyesuaikan kebutuhan: mau yang tinggi protein, cocok untuk kue, atau untuk stok mingguan. Cobain deh perhatiin bentuk, warna, dan bintik di cangkang waktu belanja, lama-lama kamu akan terbiasa bedain mana telur yang pas buat kebutuhanmu.
dri tlurny dncngkny