belajar nama hari
Di rumah, aku lagi sering banget ngajarin anak soal nama-nama hari, soalnya ternyata masih suka kebalik antara Senin, Selasa, dan seterusnya. Aku mulai dari hal yang paling dasar dulu, yaitu urutan hari dalam bahasa Indonesia: 1. Senin 2. Selasa 3. Rabu 4. Kamis 5. Jumat 6. Sabtu 7. Minggu Supaya lebih gampang diingat, aku biasanya sambungin setiap hari dengan kegiatan rutinnya. Misalnya: - Senin: mulai sekolah atau kegiatan baru, jadi aku bilang "Senin itu hari semangat baru". - Rabu: biasanya jadwal olahraga, jadi dia ingat Rabu = hari olahraga. - Sabtu & Minggu: aku tekankan sebagai hari libur atau main bersama keluarga. Aku juga pernah pakai kalender beneran dan tempel di dinding. Setiap pagi aku ajak dia tunjuk tanggal dan baca, "Hari ini hari apa?" sambil pelan-pelan mengenalkan kalimat "hari apa sekarang" dalam bahasa Indonesia yang baik. Lama-lama dia mulai kebiasa nanya sendiri, "Hari ini hari apa, Bunda?" dan jawab pakai kalimat lengkap. Selain bahasa Indonesia, kadang aku selipkan juga nama hari dalam bahasa Jawa, karena di lingkungan kami masih cukup sering dipakai. Urutannya: - Senin = Senin (biasanya sama, tapi ada juga yang bilang "Senèn") - Selasa = Slasa / Selasa - Rabu = Rebo / Rabu - Kamis = Kemis - Jumat = Jemuwah / Jum’at - Sabtu = Setu - Minggu = Ahad / Minggu Aku nggak maksa anak langsung hafal dua bahasa sekaligus. Biasanya fokus dulu ke bahasa Indonesia, baru pelan-pelan aku bilang, "Kalau dalam bahasa Jawa, hari Senin itu sering dibilang Senèn". Jadi dia tahu kalau di rumah atau di sekolah bisa dengar versi yang beda, tapi artinya sama. Supaya tidak membosankan, aku juga bikin permainan kecil: - Tebak hari: aku sebut kegiatan, misalnya "Hari kita ke pasar biasanya?" lalu dia jawab nama harinya. - Susun kartu hari: aku tulis nama-nama hari di kertas kecil, lalu dia susun urut dari Senin sampai Minggu. Kalau lagi jalan-jalan, misalnya ke Salatiga atau kota lain, aku tetap biasakan pakai kalimat lengkap: "Hari ini hari Sabtu, kita jalan-jalan ya." Dengan cara seperti ini, anak jadi lebih paham bahwa nama hari itu berhubungan dengan kegiatan sehari-hari, bukan cuma hafalan. Menurutku kuncinya sabar dan ulang-ulang dengan cara yang menyenangkan. Nggak harus belajar di meja, bisa sambil main, lihat kalender, atau ngobrol santai tiap pagi. Lama-lama, pertanyaan sederhana seperti "Hari apa sekarang dalam bahasa Indonesia?" akan bisa dijawab anak dengan lancar.