Pernahkah Anda merasakan luka dari kenangan yang sulit untuk disembuhkan? Saya sendiri pernah mengalami masa-masa di mana perjumpaan dengan seseorang dari masa lalu membuat hati terasa rapuh. Ungkapan "Tak Kenal Maka Tak Heran" mengajarkan kita bahwa mengenal dan memahami seseorang terjadi lewat proses, dan ketika kita sudah tidak sama seperti dulu—baik karena penyembuhan luka maupun perjalanan hidup—perasaan kita pun berubah. Dalam pengalaman saya, proses penyembuhan itu seperti perjalanan batin yang panjang. Awalnya, ingatan akan rasa sakit membuat saya rapuh dan sering termenung mengingat masa lalu. Namun seiring waktu, saya belajar untuk menerima bahwa masa lalu adalah bagian dari siapa saya sekarang, bukan sesuatu yang terus membelenggu. Ketika kita bertemu kembali dengan orang yang pernah membuat kita terluka, kita tidak lagi sama seperti dulu. Kita telah mengalami pertumbuhan, penyembuhan, serta pembelajaran yang menjadikan kita lebih kuat. Hal ini menunjukkan bahwa "tak kenal" bukan berarti kosong, melainkan proses mengenal ulang yang mungkin membawa rasa "tak heran" karena kita sudah berubah dan bisa menerima kenyataan dengan lapang dada. Momen seperti ini sering saya dokumentasikan menggunakan aplikasi seperti CapCut untuk mengungkapkan perasaan lewat video singkat. Menyusun kembali cerita dan kata-kata memberikan ruang untuk refleksi dan penguatan. Jadi, untuk siapa pun yang sedang berjuang menyembuhkan luka hati, ingatlah bahwa bertemu kembali dengan masa lalu bukan untuk membangkitkan luka lama, melainkan untuk menunjukkan betapa jauh kita sudah melangkah. Bersikaplah lembut pada diri sendiri, karena menyembuhkan bukan berarti melupakan, tapi menemukan kekuatan baru dalam diri kita sendiri.
6/3 Diedit ke
