Working mom or housewife🤏🏻
Semua hanyalah sebuah pilihan kita tetap ibu terbaik untuk anak kita. Tetap semangat dan bersyukur untuk para ibu diluar sana🫶🏻
Sebagai seorang ibu yang pernah mengalami dilema antara menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga penuh waktu, saya sangat memahami pergulatan batin yang muncul. Ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja demi mengasuh anak secara langsung, banyak yang meragukan keputusan itu, mengingat latar belakang pendidikan saya yang cukup mumpuni di bidang akuntansi dan sekretaris. Namun, seiring waktu berjalan, saya menyadari bahwa rumah adalah madrasah pertama bagi anak saya, dan kehadiran saya sebagai ibu penuh waktu adalah kontribusi terbesar yang saya berikan. Saya belajar bahwa tidak ada pilihan yang lebih baik antara menjadi working mom atau housewife—semuanya kembali pada kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga serta kebahagiaan ibu itu sendiri. Penting untuk bersyukur dengan peran yang kita jalankan dan tidak membandingkan diri dengan orang lain. Kadang, apa yang tampak indah pada orang lain belum tentu cocok untuk kita. Menjadi ibu bukan hanya soal karir atau mengurus rumah tangga, tapi lebih kepada bagaimana memberikan perhatian, cinta, dan pendidikan terbaik bagi anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bahagia dan berhasil. Dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sangat membantu dalam menjalani peran ini. Saya juga belajar untuk menjaga kesehatan mental dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri agar tetap semangat dan produktif. Jadi, bagi setiap ibu yang sedang berhadapan dengan pilihan sulit, ingatlah bahwa setiap pilihan adalah unik dan tidak ada yang salah. Teruslah bersyukur, berusaha, dan menjadi ibu terbaik untuk anak-anak kita. Ini adalah pesan yang saya alami dan ingin saya bagikan untuk membantu ibu-ibu lain merasa lebih kuat dan percaya diri dalam perjalanan mereka.