... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali anakku pergi, aku bingung banget tiap mau ke makam harus bawa apa. Akhirnya aku pilih bawa bunga, bukan sekadar biar makamnya kelihatan indah, tapi karena ada rasa tenang tiap kali lihat kelopak bunga tertabur rapi di tempat terakhirnya.
Buat yang mungkin lagi cari ide buket bunga untuk makam, aku biasanya pilih bunga yang sederhana dan tahan lama. Mawar merah dan putih itu favoritku, karena maknanya dalam banget: cinta, doa, dan ketulusan. Kadang aku tambahin melati, wanginya lembut dan berasa damai tiap kali duduk di samping nisan.
Kalau soal tanaman hias untuk makam, aku pernah tanya penjaga TPU dan tukang bunga. Mereka sarankan tanaman yang nggak terlalu tinggi, akarnya nggak merusak, dan gampang dirawat. Misalnya:
- Bunga kertas (bugenvil) mini, cantik dan kuat di cuaca panas.
- Kamboja kerdil, identik dengan area pemakaman tapi bisa dipilih yang kecil biar nggak nutupin nisan.
- Rumput hias atau tanaman penutup tanah yang rapi, supaya makam tetap bersih dan nggak becek.
Selain tabur kelopak, aku juga kadang pesan buket bunga kecil khusus untuk diletakkan di atas batu nisan. Bentuknya mirip buket bunga untuk ibu melahirkan, tapi nuansanya lebih lembut: warna putih, krem, dan pastel. Rasanya kayak simbol bahwa kasih sayang ibu itu nggak putus, meski anak sudah lebih dulu pulang.
Aku juga sering lihat meme bunga atau quotes tentang kehilangan anak bertebaran di sosmed. Dulu cuma lewat begitu aja, sekarang tiap baca jadi berasa banget. Kadang aku simpan beberapa yang menenangkan hati, lalu kubaca sebelum berangkat ke makam, biar hati lebih siap.
Buat ibu atau ayah yang lagi belajar ikhlas, menurutku nggak apa-apa kalau kamu punya rutinitas tertentu: beli bunga tiap minggu, bersihin makam, atau sekadar duduk sambil baca doa. Selama niatnya untuk mendoakan dan mengingat, bukan untuk hal yang berlebihan, itu bisa jadi cara sehat buat mengelola rindu.
Tips kecil dari pengalamanku:
1. Cari toko bunga langganan dekat rumah atau dekat TPU, jadi tiap minggu lebih mudah beli buket dan kelopak.
2. Pilih bunga yang segar tapi sesuai budget, karena ini jadi rutinitas jangka panjang.
3. Kalau mau tanam tanaman hias di makam, izin dulu ke pengelola makam dan pilih tanaman yang nggak mengganggu makam sebelah.
Setiap minggu, saat aku mengganti bunga-bunganya, rasanya kayak ngobrol sebentar dengan anakku. Mungkin buat orang lain cuma kelihatan seperti ibu yang rajin beli bunga untuk makam, tapi buatku ini adalah cara paling nyata untuk bilang, "Ibu masih di sini, nak. Ibu masih sayang dan selalu kangen."
ank berpulang di usia brp mom?