Jujur aja tadinya mau cek kesehatan mental

Pagi tadi pas joging di Stadion aku tertarik d salah satu booth ternyata itu booth yang diselenggarakan oleh RSUD untuk Pengecekan KESEHATAN MENTAL GRATIS ada juga pengecekan kolesteron, gula dan lain-lain..

Setelah angketnya di isi sambil nunggu gilirian kita semua d edukasi tentang kesehatan mental oleh dokter namun karna cukup lama

Jujur aja tadinya aku pengen sharing setelag setahun lebih berobat di jiwa namun karena menunggu cukup lama aku ga jadi ngecek nya...

hii

#KeseharianKu #BahasMental #kesehatanmental #mentalawareness #anxietyanddepression

Cirebon
2025/11/7 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJadi waktu itu aku lagi niat banget mau lebih peduli sama kesehatan mental sendiri. Kebetulan di Stadion Bima Cirebon ada acara skrining kesehatan jiwa gratis dari RSUD. Yang bikin aku tertarik, di spanduknya tertulis "skrining kesehatan jiwa gratis" lengkap dengan gejala umum gangguan mental yang sering kita abaikan. Rasanya relate banget sama apa yang aku rasain setahun terakhir. Prosesnya dimulai dari isi kuesioner yang namanya Self-Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20). Buat yang belum tahu, ini adalah kuesioner skrining kesehatan jiwa yang dipakai tenaga kesehatan buat nyaring secara awal apakah kita punya kemungkinan masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, gampang lelah, susah tidur, dan sebagainya. Isinya pertanyaan sederhana tentang kondisi mental dan emosional kita selama 30 hari terakhir, misalnya: sering cemas nggak, gampang marah, susah fokus, nangis tanpa sebab, atau merasa hidup tidak berharga. Menurutku, kuesioner skrining kesehatan jiwa kayak SRQ-20 ini ngebantu banget buat kita yang masih ragu "Aku beneran butuh bantuan profesional nggak, sih?". Dengan jawab jujur, hasilnya bisa jadi bahan pertimbangan awal sebelum konsultasi ke dokter jiwa atau psikolog. Di booth itu, setelah isi kuesioner, seharusnya kita dipanggil satu per satu untuk dibacakan hasil skrining dan dikasih edukasi singkat. Sayangnya, karena antriannya lumayan panjang dan aku harus buru-buru, aku nggak sempat lanjut ke tahap pemeriksaan. Walaupun belum sempat diperiksa langsung, aku tetap dapat banyak insight dari sesi edukasi bareng dokter. Beliau jelasin kalau skrining kesehatan jiwa itu bukan berarti kita langsung divonis sakit jiwa. Ini lebih ke deteksi dini, kayak cek kolesterol atau gula darah. Jadi wajar banget kalau rutin dilakukan, apalagi kalau kita merasa suka overthinking, sering cemas, atau lagi di fase hidup yang berat. Dari pengalaman ini, aku jadi sadar kalau punya akses ke kuesioner skrining kesehatan jiwa gratis tuh berharga banget. Next time kalau nemu lagi acara kayak gini, aku bakal usahain datang lebih awal biar bisa ikut pemeriksaan sampai selesai. Buat kamu yang mungkin masih ragu, menurutku nggak ada salahnya coba isi kuesioner kayak SRQ-20 ini. Anggap aja ini bentuk sayang sama diri sendiri, sama kayak kita cek kesehatan fisik. Mental yang sehat itu sama pentingnya dengan badan yang sehat.