Pergi ke bioskop, pergi ke kajian, makan di restoran favorit, ngopi di kafe yang nyaman, atau bahkan berolahraga.
Banyak orang mengira aku introvert karena suka menyendiri, tapi sebenarnya aku hanya lebih suka melakukan hal-hal yang membuatku nyaman dan bahagia dengan caraku sendiri...
Saat aku menonton film favoritku sendirian di bioskop. Aku tidak perlu menunggu orang lain atau berkompromi tentang film yang ingin ditonton. Aku bisa menikmati film tersebut dengan cara yang aku inginkan.
Menurut psikolog Susan Cain, penulis buku "Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking", introvert dan ekstrovert memiliki preferensi yang berbeda dalam melakukan aktivitas. Namun, aku tidak termasuk dalam kategori introvert atau ekstrovert, aku hanya lebih suka melakukan hal-hal yang membuatku nyaman dan bahagia dengan caraku sendiri.
"Being alone has a special significance for many people. It is a time for reflection, relaxation, and rejuvenation." (Menjadi sendirian memiliki arti khusus bagi banyak orang. Ini adalah waktu untuk refleksi, relaksasi, dan regenerasi.) - Dr. Ellen Hendriksen, Psikolog Klinis.
Aku tidak peduli apa yang orang lain pikir tentang aku. Aku bahagia dengan caraku sendiri, dan itu yang paling penting. Jadi, jika kamu melihatku sedang menonton film sendirian di bioskop atau ngopi di kafe, jangan ragu untuk menyapaku. Aku mungkin sedang menikmati waktu sendirian, tapi aku tidak menolak teman yang baik! 🥰🤗
... Baca selengkapnyaDulu, aku sempat merasa aneh karena apa-apa sendiri. Orang lain jalan bareng geng, aku nyaman nongkrong sendirian. Lama-lama aku sadar, kesendirian itu bukan kutukan, tapi ruang aman buat bernapas dan jadi diri sendiri.
Kalau lagi banyak pikiran, aku suka merenung sendiri di kamar atau di kafe favorit. Bukan melamun kosong, tapi benar-benar ngobrol sama diri sendiri: aku lagi capek karena apa, siapa yang bikin aku kecewa, hal apa yang bikin aku bersyukur hari ini. Di momen tenang itu, aku sering menemukan jawaban yang nggak muncul waktu lagi ramai sama orang.
Menikmati kesendirian juga bikin aku belajar santai sejenak. Nggak harus selalu produktif, nggak harus selalu rame. Kadang hal paling bijak yang bisa kita lakukan adalah duduk diam, minum kopi, lihat orang lalu-lalang, sambil pelan-pelan bilang ke diri sendiri, "Aku cukup. Aku sudah berusaha." Rasanya kayak reset emosi.
Sebagai wanita yang sering terlihat sendirian, aku juga pernah disalahpahami. Ada yang mikir aku penyendiri, anti-sosial, bahkan dikira lagi sedih terus. Padahal, aku cuma sudah terbiasa dengan kesendirian dan malah merasa lebih tenang. Ada beda antara kesepian dan menikmati waktu sendiri; yang satu bikin kosong, yang satu lagi justru mengisi.
Kalau kamu lagi belajar nyaman dengan kesendirian, beberapa hal ini mungkin bisa dicoba:
1. Mulai dari hal kecil: duduk di kafe sendirian tanpa sibuk pura-pura main HP, nikmati suasana dan diri sendiri.
2. Tulis isi kepalamu di jurnal saat kamu merenung sendiri. Kadang menulis bikin hati lebih lega.
3. Coba nonton film sendiri di bioskop. Rasakan betapa enaknya nggak perlu kompromi soal judul dan jam tayang.
4. Jadwalkan "me time" rutin, walau cuma 30 menit sehari tanpa distraksi, untuk santai sejenak.
Pelan-pelan kamu akan menyadari, sendirian bukan berarti nggak laku atau nggak punya teman. Justru kamu lagi belajar jadi rumah yang nyaman buat dirimu sendiri. Dan ketika kamu sudah bahagia sendirian, kehadiran orang lain jadi bonus, bukan obat.
Jadi buat kamu yang sering dibilang "kok apa-apa sendiri?", nggak apa-apa. Orang yang menikmati waktu sendiri dengan tenang itu bukan lemah, justru kuat karena berani menghadapi dirinya sendiri tanpa kebisingan luar.
swag👍