Persahabatan tak lekang waktu
#TentangKehidupan Aku ingat saat aku pertama kali bertemu dengan sahabatku, kita langsung klik dan menjadi dekat. Tahun 2007, kita masih muda dan penuh semangat. Seiring waktu, kita menjadi sahabat yang sangat dekat, saling berbagi cerita dan pengalaman.
Sebelumnya, aku punya banyak teman, tapi satu pengalaman pahit membuatku menjadi lebih selektif dalam memilih teman. Seseorang yang aku percayai telah mengkhianatiku, dan itu sangat menyakitkan.
Setelah itu aku menjadi lebih berhati-hati dalam membangun hubungan dengan orang lain. Tapi, sahabatku berhasil melewati semua itu dan menjadi teman yang sangat dekat. Kami berdua memiliki chemistry yang kuat dan aku merasa sangat beruntung memiliki dia sebagai sahabat.
Sahabatku selalu ada untukku, mendengarkan ceritaku, dan memberikan saran yang bijak. Kami telah melewati banyak hal bersama, dari kesedihan hingga kebahagiaan. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi tanpa dia dalam hidupku.
Aku sadar bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memiliki sahabat sejati seperti dia. Maka, aku akan selalu menjaga dan menghargai persahabatan kita. Karena bagiku, dia bukan hanya sahabat, tapi juga saudara yang aku pilih sendiri.
Itulah keindahan persahabatan yang tulus. Sahabat bukan hanya sekedar sahabat tapi juga sudah menjadi bagian dari keluarga. Dia dekat dengan suami dan keluargaku, itu menunjukkan bahwa dia benar-benar peduli dan menerima mereka sebagai bagian dari hidupnya.
Aku beruntung memiliki sahabat seperti dia yang bisa menjadi teman curhat, teman berbagi suka duka, dan juga menjadi bagian dari keluarga.
Semoga persahabatanmu ini terus langgeng dan menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan untuk kita semua 🤗

















































beruntung nya ka masih punya sahabat,semenjak menikah aku ga punya teman dekat apalagi sahabat,hari2 semua y cuma sama suami kadang pengin rasanya puny sahabat ngobrol dan keluar main bareng kaya jaman sekolah 🥰