ternyata pingsan berulangku karena..?

#AkuPernah pingsan di kantor beberapa kali, bahkan bisa dibilang sering. Pingsan (syncope) bisa terkait dengan anxiety dan depresi, antara lain karena:

1. Stres dan kecemasan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, yang dapat memicu pingsan

2. Hiperventilasi (pernapasan cepat dan dalam) yang sering dialami orang dengan anxiety dapat menurunkan kadar karbon dioksida dalam darah dan menyebabkan pingsan

3. Depresi dapat menyebabkan kelelahan dan kekurangan energi, membuat seseorang lebih rentan terhadap pingsan

4. Anxiety dan depresi juga dapat mempengaruhi keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan risiko pingsan

5. Beberapa obat untuk anxiety dan depresi mungkin memiliki efek sampingan seperti pingsan

Gejala yang dirasakan sebelum pingsan biasanya meliputi:

1. Jantung berdebar cepat (palpitasi)

2. Sesak nafas dan nafas cepat (hiperventilasi)

3. Kunang-kunang (penglihatan kabur)

4. Pusing atau merasa akan jatuh

5. Pingsan (kehilangan kesadaran)

Menurut Dr. Jeffrey A. Lieberman, psikiater dari Columbia University, "Pingsan dapat menjadi gejala dari kondisi medis yang lebih serius, jadi penting untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami pingsan."

Aku mengira, pingsanku karena penyakit jantung namun setelah di periksa jantungku normal dan aku di rujuk ke psikiater dan di diagnosis

General Anxiety Disorder dan Adjustment Disorder dengan Depresi..

Jika kamu mengalami pingsan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penyebabnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

#PerasaanKu #anxietyawareness #depressionawareness #pingsan

Cirebon
2025/11/27 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu dulu awal-awal sering pingsan, aku juga bingung banget bedain mana pingsan karena penyakit fisik, mana yang lebih ke faktor psikis seperti anxiety dan depresi. Awalnya aku overthinking, apalagi setiap kali pingsan rasanya memalukan karena terjadi di kantor, depan banyak orang. Salah satu hal yang paling kerasa sebelum pingsan itu hiperventilasi. Jadi napas jadi cepat dan dangkal, kayak ngos-ngosan padahal nggak habis lari. Kalau digambar atau diilustrasikan, hiperventilasi itu seperti orang yang napas di dada aja, bukan di perut, dan bahu ikut naik turun. Dari situ aku pelan‑pelan belajar teknik napas: tarik napas pelan lewat hidung 4 hitungan, tahan 4 hitungan, lalu buang napas pelan lewat mulut 4–6 hitungan. Pas gejala mulai muncul (kunang‑kunang, dada sesak, kepala ringan), aku langsung coba fokus ke ritme napas ini. Soal penyebab stres dan kecemasan, ternyata pemicunya di aku cukup sepele tapi numpuk: tekanan kerja, takut bikin salah, konflik kecil dengan rekan kerja yang nggak selesai-selesai, plus masalah keluarga di rumah. Awalnya kupikir, "Ah, cuma stres biasa," tapi lama‑lama tubuh protes lewat pingsan berulang. Di titik itu aku sadar, stres yang diabaikan bisa berubah jadi gejala fisik. Aku juga pernah punya pengalaman aneh: sempat pingsan setelah dikasih minuman mahal waktu nongkrong. Bukan karena minumannya "aneh", tapi karena saat itu aku lagi sangat cemas, perut kosong, ruangan ramai dan bikin overwhelming. Jantung berdebar, napas cepat, aku mulai hiperventilasi, pandangan menghitam, lalu blackout. Setelah konsultasi, dokter bilang itu kemungkinan kombinasi kelelahan, gula darah turun, dan serangan cemas. Menariknya, ada juga orang yang cerita ke aku, mereka nggak pernah pingsan sama sekali walaupun sering cemas. Di situ aku sadar tiap tubuh punya cara bereaksi yang berbeda terhadap stres dan anxiety. Ada yang jadi sakit perut, migrain, insomnia, ada juga yang kayak aku: pingsan. Jadi kalau kamu belum pernah pingsan, bukan berarti kamu "lebih kuat", hanya saja respon tubuhmu beda. Sekarang aku lebih aware sama tanda‑tanda awal: kalau sudah mulai pusing, napas cepat, tangan dingin, aku usahakan langsung duduk, minum air, atur napas, dan kalau bisa menjauh sebentar dari sumber stres. Aku juga berusaha tidur cukup, makan teratur, dan pelan‑pelan belajar ngomong ke atasan kalau workload sudah terlalu berat. Yang paling ngebantu adalah kombinasi: cek medis dulu untuk pastikan nggak ada masalah jantung, tekanan darah, atau gangguan metabolisme, lalu lanjut ke psikiater/psikolog kalau semua hasil fisik normal tapi keluhan masih ada. Buatku, tahu bahwa diagnosisku General Anxiety Disorder dan Adjustment Disorder dengan Depresi justru bikin lega, karena akhirnya aku paham apa yang terjadi dan bisa mulai mencari cara untuk pulih, bukan cuma takut setiap kali pingsan datang lagi.