Aku ingin berbagi kisahku, sebuah kisah yang penuh dengan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan. Aku pernah di ruqyah 2x selama 38 tahun hidupku.
Pertama kali aku di ruqyah adalah pada tahun 2017, ketika aku merasa tidak kuat lagi. Aku merasa seperti dihantui oleh sesuatu yang tidak terlihat, dan itu sangat menakutkan. Aku bahkan melihat "penghuni" di kantor yang mengikutiku, dan itu membuatku pingsan.
Dan itu ternyata karna jin leleuhurku (waallahualam)
Tahun 2024, aku mengalami kejadian hebat lainnya. Anak keduaku pergi untuk selamanya, dan aku di ruqyah untuk kedua kalinya.
Aku merasa seperti kehilangan arah, dan gangguan mental mulai menghantuiku. Tapi aku tidak menyerah. Aku berobat dan berusaha untuk sembuh.
Alhamdulillah, sudah satu tahun aku berobat di psikiater dan kondisiku membaik. Aku ingin berbagi kisahku untuk memberimu harapan.
Jangan pernah menyerah, karena Allah selalu ada untuk kita. Jika kamu sedang menghadapi kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan dan berdoa.
*Aku pernah di sana dan aku tahu betapa sulitnya.
Aku yakin ada harapan dan kamu bisa melewatinya juga.*
... Baca selengkapnyaWaktu aku pertama kali di-ruqyah, jujur aku sama sekali nggak paham soal jadwal ruqyah di masjid-masjid besar, termasuk Masjid Agung Semarang. Aku cuma dengar dari cerita orang dan potongan informasi di media sosial. Setelah kejadian kedua di tahun 2024, aku mulai lebih serius mencari tahu, karena aku merasa butuh ikhtiar yang lebih terarah.
Kalau kamu lagi cari jadwal ruqyah Masjid Agung Semarang, biasanya aku mulai dari cara paling simpel: cek di Google Maps dan media sosial resminya. Kadang takmir masjid atau lembaga yang mengadakan ruqyah suka update pamflet jadwal ruqyah massal, hari apa saja, jam berapa, dan apakah gratis atau ada infaq seikhlasnya. Selain itu, grup WhatsApp atau Telegram komunitas hijrah di kotamu juga sering share poster jadwal ruqyah, termasuk di masjid-masjid besar.
Pengalamanku, sebelum datang ke ruqyah di masjid, ada beberapa hal yang perlu kamu siapin. Pertama, niat yang lurus: datang bukan cuma karena panik, tapi benar-benar mau mendekat kepada Allah dan berusaha sembuh. Kedua, jaga ibadah wajib dulu, seperti shalat lima waktu, dan kalau mampu tambah dzikir dan baca Al-Qur’an di rumah. Ruqyah itu menurutku lebih ke pelengkap, bukan pengganti usaha lain.
Kalau kamu sudah dapat info jadwal ruqyah Masjid Agung Semarang atau masjid lain, coba konfirmasi dulu: apakah perlu daftar, bawa apa saja, dan apakah perempuan dan laki-laki dipisah tempatnya. Biasanya dianjurkan wudhu dulu sebelum berangkat, pakai pakaian yang sopan dan nyaman, dan datang lebih awal karena acara ruqyah massal sering ramai.
Satu hal yang aku pelajari dari pengalamanku dua kali ruqyah adalah: jangan jadikan ruqyah satu-satunya jalan. Waktu aku mengalami gangguan mental setelah kehilangan anak, aku tetap butuh psikiater, obat, dan support keluarga. Ruqyah membuatku merasa lebih tenang secara batin, sementara pengobatan medis membantuku menata pikiran dan emosi. Kombinasi keduanya yang membuatku pelan-pelan menemukan kembali diriku.
Kalau kamu merasa takut datang sendiri, ajak teman atau keluarga yang kamu percaya. Waktu aku lagi di titik paling lemah, ditemani orang yang mengerti kondisiku itu sangat membantu. Setelah ruqyah, jangan lupa lanjutkan ikhtiar: rutin dzikir, jaga lingkungan pertemanan, kurangi hal-hal yang memicu kecemasan, dan jangan sungkan untuk tetap konsultasi ke tenaga profesional.
Jadi, buat kamu yang lagi cari jadwal ruqyah Masjid Agung Semarang karena merasa "ada yang nggak beres" dalam diri, kamu nggak sendirian. Aku pernah di posisi itu. Silakan manfaatkan ruqyah sebagai salah satu bentuk ikhtiar, tapi jangan lupakan doa, usaha, dan perawatan diri yang lain. Semoga kamu juga bisa pelan-pelan menemukan kembali dirimu, seperti aku yang sedang berproses sampai sekarang.