... Baca selengkapnyaAku dulu sempat mikir, "ya udahlah, namanya juga grup WA, kadang rame kadang sepi." Tapi makin ke sini, aku sadar ada bedanya antara grup WA sepi karena semua lagi sibuk, sama sepi karena orang-orang sengaja diam alias silent treatment.
Ciri-ciri silent treatment di grup WA itu biasanya kerasa dari suasananya. Misalnya, pas ada orang sharing sesuatu yang cukup penting, tapi yang lain cuma read doang. Atau sebelumnya grup biasa rame, lalu setelah ada konflik kecil, grup mendadak sepi kayak kuburan. Beda banget sama sepi yang natural, kayak tengah malam atau jam kerja, ini tuh kerasa dingin dan kaku.
Pengalaman pribadi, aku pernah kirim chat penting soal pembagian tugas di grup kerja. Udah dijelasin panjang lebar, tapi nggak ada satu pun yang respon. Bukan karena mereka nggak online, tapi di story mereka tetap aktif. Rasanya tuh kayak, "oke, berarti aku diabaikan." Dari situ muncul overthinking: aku salah ngomong ya? Mereka kesel sama aku? Lama-lama capek sendiri.
Padahal diam kayak gitu nggak menyelesaikan masalah. Diam cuma bikin hubungan WA makin kaku, komunikasi kacau, dan masalah melebar ke hal-hal yang awalnya nggak ada hubungannya. Diam itu bukan kedewasaan. Kedewasaan itu justru berani ngomong baik-baik ketika nggak setuju, atau ketika butuh waktu.
Kalau kamu mulai merasa hubungan WA aneh, coba perhatiin:
- Chat kamu sering nggak dibalas tapi orang lain dibales.
- Grup WA mendadak sepi setelah ada perbedaan pendapat.
- Ada yang suka bilang "biasa aja kali" tapi habis itu nggak pernah nimbrung lagi.
Bisa jadi itu ciri-ciri silent treatment halus yang kamu nggak sadar.
Menurutku, cara paling sehat ya balik ke komunikasi. Kalau merasa nggak nyaman, boleh kok bilang, misalnya: "Teman-teman, kok akhir-akhir ini grup sepi banget ya, apa ada yang nggak enak sama aku atau bahasan kemarin? Kalau ada yang mengganjal, yuk kita omongin baik-baik." Kadang satu chat jujur seperti itu bisa jadi titik balik hubungan WA yang mulai renggang.
Kalau kamu tipe yang butuh waktu untuk jawab chat, nggak apa-apa juga. Tapi enaknya kasih kode jelas, misalnya: "Aku baca ya, tapi belum bisa respon panjang sekarang, nanti aku balas lagi." Jadi orang nggak merasa di-ghosting atau dikucilkan.
Buat yang bingung harus ngomong apa di grup WA yang sepi banget, kamu bisa pakai humor ringan kayak: "Sepi amat ini grup, kirain pada keluar semua 🤭" atau "Tes… ini grup masih normal WA nggak sih, apa udah silent semua?" Kadang kalimat receh begitu bisa cairin suasana tanpa menghakimi siapa pun.
Intinya, hubungan WA juga butuh dirawat. Jangan cuma dianggap chat lewat begitu aja. Ada perasaan orang di balik setiap pesan yang kamu read atau kamu diamkan. Diam memang hak semua orang, tapi kalau sudah jadi senjata untuk menghukum, di situ diam berubah jadi silent treatment yang toxic.
ak malah silent treatment digroup WA.. bls seperlunya👍lebih suka lemon skrg...😂