... Baca selengkapnyaAku dulu sering banget ngerasa mental nggak stabil, tapi bingung jelasin ke orang. Bukan yang sampai meledak-ledak, tapi lebih ke pikiran berisik terus, susah diem. Lagi rebahan aja, otak muter sendiri: mikirin chat orang, story orang, omongan orang, hal-hal kecil yang sebenarnya nggak penting tapi kebawa sampai mau tidur.
Salah satu pemicu terbesarnya ternyata kebiasaan aku yang selalu mau bereaksi ke semua hal. Ada chat masuk, buru-buru mikirin balasan biar nggak salah paham. Lihat komentar atau story yang nyentil dikit, langsung overthinking, "Ini maksudnya ke aku nggak ya?". Ada konflik kecil, rasanya wajib banget klarifikasi dan jelasin posisi diri, padahal kadang masalahnya nggak segede itu.
Pelan-pelan aku mulai observasi pola diri sendiri. Tiap kali emosi nggak stabil atau hati kerasa penuh, aku tanya: "Aku lagi capek karena apa?". Jawabannya sering: karena terlalu banyak mikirin dan menanggapi hal yang sebenarnya nggak perlu. Dari situ aku mulai latihan satu hal simpel: nahan diri sebelum bereaksi.
Sekarang, sebelum balas chat atau komentar, aku biasain berhenti sebentar dan nanya ke diri sendiri:
- Ini beneran perlu ditanggapi, atau cuma ego yang pengen diakui?
- Kalau aku cuekin, apakah hidupku akan berantakan? Atau sebenarnya bakal baik-baik aja?
- Reaksi ini bakal bikin aku lebih tenang, atau malah makin bikin pikiran berisik?
Ternyata, banyak hal yang aman banget kalau nggak dibalas saat itu juga, atau bahkan nggak perlu dibalas sama sekali. Nggak semua sindiran harus dijelasin, nggak semua kesalahpahaman harus diluruskan saat itu juga, dan nggak semua komentar orang tentang kita pantas menguras energi mental.
Buat gambaran, ini beberapa contoh hal kecil yang dulu bikin pikiranku berisik:
- Teman yang lama balas chat
- Story yang terasa "menyinggung" padahal belum tentu
- DM yang nadanya kurang enak
- Pesan singkat tanpa emotikon yang kebaca dingin
Dulu semua ini selalu aku pikirin dan analis satu-satu. Sekarang, aku mulai belajar ngelepas. Kalau sesuatu bikin hati nggak enak tapi jelas-jelas nggak penting, aku pilih untuk nggak bereaksi. Kadang cukup tarik napas, kunci layar HP, dan alihin fokus ke hal lain.
Efeknya ke emosi cukup kerasa. Kepala lebih tenang, tidur lebih enak, dan rasa cemas berkurang. Emosi jadi nggak naik turun sekenceng dulu, walaupun tentu masih ada hari-hari berantakan. Tapi setidaknya, aku nggak lagi menghabiskan tenaga mental buat hal-hal yang nggak pantas dipikirkan.
Menurutku, ini juga salah satu bentuk "pikir sendiri" yang sehat: berani milih mana yang layak disimpan di kepala dan mana yang harus dikeluarin. Ketenangan itu bukan karena hidup kita tiba-tiba mudah, tapi karena kita belajar selektif sama apa yang kita kasih akses ke pikiran kita.
Kalau kamu lagi ngerasa mental nggak stabil dan pikiran berisik terus, mungkin kamu juga bisa coba langkah kecil ini: jangan buru-buru bereaksi. Diam sebentar, rasain dulu, tanya ke diri sendiri, baru putuskan mau merespons atau melepaskan. Nggak apa-apa kok, melindungi diri sendiri itu juga bentuk keberanian.