Tidak harus menjadi SUPERWOMAN untuk jadi ibu heba

Hay..

Tidak banyak yang tahu rasanya hidup di antara rumah dan

pekerjaan, berpindah peran tanpa benar-benar sempat berhenti.

Di satu sisi dituntut profesional, di sisi lain ingin tetap hadir sepenuhnya untuk keluarga.

Wajar kalau kadang bukan badan yang paling lelah… tapi pikiran.

Dan perlahan aku belajar, menjadi ibu bukan tentang seberapa kuat kita terlihat, tapi seberapa bijak kita mengelola diri.

Psikolog pernah mengatakan bahwa beban terbesar seorang ibu seringkali bukan pekerjaannya, melainkan “mental load”

daftar hal yang terus berjalan di kepala, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.

Jadi kalau hari ini kamu merasa lelah, itu bukan tanda kamu lemah.

Itu tanda kamu sedang memikul banyak hal.

Tidak harus menjadi superwoman.

Rumah tidak harus selalu sempurna.

Karena pada akhirnya, yang paling dibutuhkan keluarga bukan ibu yang tanpa lelah, tapi ibu yang tetap punya ruang untuk bernapas 🤍

#NgurusRumah #NyataDanBermanfaat #TipsLemon8 #workingmom #mentalhealthawareness

Cirebon
1/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMenjadi ibu yang juga bekerja memang sebuah tantangan luar biasa. Dari pengalaman pribadi, saya sering merasa kelelahan tidak hanya secara fisik tapi juga mental karena harus menjalankan peran ganda. Mental load—yaitu daftar tugas dan kekhawatiran yang terus menghantui pikiran—sering kali membuat saya merasa terbebani meskipun tubuh beristirahat. Untuk mengatasi ini, saya belajar beberapa strategi penting yang mungkin berguna bagi ibu-ibu lain yang mengalami hal sama. Pertama, berbagi tugas dengan pasangan sangat membantu. Meskipun tidak harus adil 50:50, saling membantu membuat beban terasa lebih ringan. Misalnya, saya biasa membagi tugas memasak dan kerja rumah dengan suami, sehingga ada waktu kita berdua untuk beristirahat atau melakukan hal yang kita suka. Selain itu, saya mulai menerapkan teknik 'food prep' di akhir pekan. Memotong sayur dan menyiapkan bumbu sebelumnya menghemat banyak waktu saat hari kerja. Ini juga mengurangi stres karena tidak harus memasak dari nol setiap hari. Hal paling penting, saya belajar berdamai dengan ketidaksempurnaan. Rumah tidak harus selalu rapi, masakan tidak harus selalu sempurna, selama keluarga merasa nyaman dan kita masih punya ruang bernapas. Saya ingat pepatah dari Rasulullah SAW bahwa kebersihan adalah separuh dari iman. Ini memberi saya motivasi untuk menjaga kebersihan rumah sebagai bagian dari ibadah, bukan beban tambahan. Ketika merasa lelah, saya mencoba tidak menganggapnya sebagai tanda kelemahan tapi sebagai sinyal penting untuk memberi diri sendiri waktu rehat dan self-care. Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan pendekatan ini, saya menemukan cara untuk menjalani peran sebagai ibu dan pekerja tanpa kehilangan diri sendiri, dan itulah yang terpenting dalam menjalani keseimbangan hidup.

4 komentar

Gambar Rusydina 𐙚
Rusydina 𐙚

Betul kak, semangat untuk para ibu diluar sana🫶

Lihat lainnya(1)
Gambar ⋆˚ Sie_Ynt ˚⋆
⋆˚ Sie_Ynt ˚⋆

setuju kaa... 👍🥰

Lihat lainnya(1)