Cantik itu butuh doa 🤗🌷
#RamadhanGuide Bismillah..
Ramadhan sering membuat kita ingin tampil lebih baik,
termasuk dalam merawat diri.
Tapi kadang, tanpa sadar kita berubah menjadi terlalu keras pada diri sendiri.
Merasa harus tetap terlihat segar.
Merasa bersalah kalau wajah terlihat lelah.
Merasa kurang jika tidak mengikuti standar kecantikan.
Padahal Ramadhan bukan tentang menjadi sempurna.
Ramadhan adalah ruang untuk belajar menerima diri dengan lebih lembut.
Merawat diri itu baik.
Namun memaksa diri hingga lupa beristirahat bukan bentuk self love.
Kalau hari ini kamu hanya mampu merawat diri dengan sederhana,
itu sudah cukup.
Karena cantik yang paling menenangkan bukan berasal dari skincare mahal, melainkan dari hati yang damai.
Ramadhan pelan-pelan saja, kamu tidak harus mengejar apa pun.
#NyataDanBermanfaat #selfhealing #healingjourney💪🏾 #anxietydepressionfighter
Waktu pertama kali baca doa "Rabbana atmim lana nurana waghfirlana innaka…", aku sempat bingung: doa ini sebenarnya untuk apa dan dibaca berapa kali sih? Lama-lama aku sadar, doa ini nyambung banget sama tema kecantikan hati yang sering kita lupakan, apalagi di bulan Ramadhan. Secara makna, doa ini kurang lebih berisi permintaan agar Allah menyempurnakan cahaya (nur) dalam diri kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Kalau dihubungkan dengan Ramadhan, rasanya pas banget: kita ramai-ramai mengejar wajah glowing, padahal ada "glow" lain yang jauh lebih penting, yaitu cahaya iman dan hati yang tenang. Soal "dibaca berapa kali", ustaz yang pernah aku dengar menjelaskan, tidak ada ketentuan pasti dari dalil yang mengharuskan jumlah tertentu. Jadi, boleh dibaca sesering mungkin sebagai doa, misalnya: - Setelah shalat fardhu - Saat tahajud - Setelah tilawah Al-Qur’an - Atau setiap kali hati lagi gelisah dan butuh ditenangkan Aku pribadi suka menjadikannya sebagai doa penutup setelah berzikir. Rasanya seperti mengingatkan diri sendiri: yang dilihat Allah itu bukan rupa dan harta, tapi hati dan amal, seperti hadits yang ada di gambar: "Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian." Di momen itu, standar cantik versi manusia mendadak terasa kecil sekali. Di bulan Ramadhan, aku coba mempraktikkan beberapa hal sederhana: - Skincare secukupnya, tidak berlebihan dan tidak memaksa diri beli produk yang belum tentu perlu. - Istirahat tanpa rasa bersalah, karena tubuh juga amanah yang harus dijaga. - Tidak membandingkan diri dengan wajah orang lain di media sosial. - Menerima wajah lelah sebagai bagian dari perjuangan ibadah, bukan sebagai kekurangan. Sambil merawat diri secukupnya, aku ulang-ulang doa "Rabbana atmim lana nurana waghfirlana…" dengan pelan, seolah minta agar Allah menjaga cahaya di hati, bukan cuma cahaya di kulit wajah. Buatku, itu membantu menenangkan kecemasan soal penampilan. Jadi kalau kamu sekarang lagi bertanya doa ini dibaca berapa kali, mungkin fokusnya bisa digeser sedikit: bukan pada jumlah pastinya, tapi pada keikhlasan hati saat membacanya. Bacalah sebanyak yang membuatmu terasa lebih dekat dengan Allah, sambil tetap ingat pesan: merawat diri boleh, memaksa diri jangan. Glow paling indah adalah hati yang tenang dan merasa cukup dengan apa yang Allah beri.



