Perjalanan yang tak pernah aku rencanakan
Tak pernah aku bayangkan harus aku lewati sebagai seorang ibu.
Menjelang Ramadhan selalu membawa banyak rasa di hatiku.
Karena ada satu fase dalam hidupku,
yang mengubah caraku memandang waktu, kehilangan, dan arti bertahan.
Aku pernah kehilangan anakku.
Dan sejak itu, Ramadhan tidak lagi terasa sama.
Ada Ramadhan yang kulewati dengan hati sangat kosong.
Ada Ramadhan di mana aku beribadah, tapi sambil menahan rindu yang begitu dalam.
Aku pernah berpikir,
apakah aku masih pantas menyambut Ramadhan dengan bahagia?
Sampai aku perlahan memahami satu hal,
Ramadhan bukan hanya untuk mereka yang hatinya utuh.
Ramadhan juga hadir untuk mereka yang sedang membawa luka.
Allah berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
(QS. Al-Baqarah: 286)
Aku belajar,
bahwa mungkin Allah tidak meminta aku menjadi kuat dalam satu malam.
Allah hanya meminta aku tetap datang, walau pelan.
Hari ini aku menyambut Ramadhan bukan sebagai seseorang yang sudah sembuh sempurna.
Aku menyambutnya sebagai seorang ibu yang masih belajar berdamai dengan rindu.
Kalau kamu juga memasuki Ramadhan dengan hati yang lelah,
dengan luka yang belum selesai,
dengan cerita yang tidak banyak orang tahu,
Tidak apa-apa.
Ramadhan tidak menuntut kita menjadi sempurna.
Ramadhan hanya mengajak kita kembali perlaha.
Semoga Ramadhan kali ini menjadi ruang bagi hati kita untuk dikuatkan.
Doakan aku mampu menjalani Ramadhan dengan hati lebih lapang…
dan semoga Allah juga menguatkan langkahmu.
#PengalamanKu #kehilangananak #anaksurgaku #mentalhealthawareness






































































Ramadhan ini aku tanpa bapak dan tanpa suami