Kenapa kehilangan bisa memicu depresi?

Setelah kemarin kita bahas tentang YB dan depresi setelah kehilangan, banyak yang bertanya,

kenapa kehilangan bisa memicu depresi?

Kadang orang berkata,

“Sudah ikhlaskan saja.”

Tapi kehilangan seseorang yang kita cintai

tidak selalu sesederhana itu.

Aku juga pernah merasakan duka yang sangat dalam setelah kehilangan anakku.

Dan ketika melihat cerita YB, aku sadar…

duka bisa memengaruhi kesehatan mental seseorang lebih dalam dari yang kita kira.

Kehilangan bisa mengubah banyak hal dalam hidup kita.

Perasaan kosong, kehilangan arah, bahkan sulit menikmati hidup lagi..

itu nyata.

Dan kalau kamu sedang merasakannya,

kamu tidak aneh.

Kamu hanya sedang berduka.

Pelan-pelan saja ya. 🤍

Menurut kamu,

apa hal tersulit saat kehilangan seseorang yang kita cintai?

#RamadhanGuide #mentalhealthawareness #rezaarap #yb #depressionsupport

Kota Cirebon
3/11 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga nggak paham kenapa kehilangan bisa bikin seseorang jatuh sedalam itu. Kupikir, kalau kita kuat dan banyak berdoa, harusnya cepat pulih. Tapi setelah kehilangan orang yang benar-benar aku sayang, baru kerasa sendiri: sedih kehilangan itu rasanya seperti sebagian hidup ikut hilang. Buat kamu yang lagi merasa perasaan kosong setelah ditinggal, entah oleh keluarga, pasangan, sahabat, atau bahkan putus hubungan, kamu nggak lebay. Kadang kita bingung, "kenapa sedih banget sih?" Padahal, wajar kalau kamu merasa takut kehilangan seseorang yang dicintai, bahkan setelah orang itu sudah nggak ada di samping kamu. Rasa takut itu bisa muncul lagi dalam bentuk cemas, overthinking, atau jadi sulit percaya orang baru. Hal yang menurutku paling berat dari kehilangan adalah berubahnya rutinitas dan harapan. Biasanya ada orang yang selalu kamu chat duluan, orang yang kamu ceritain hal-hal receh, yang kamu bayangin ada di masa depanmu. Tiba-tiba, semua itu hilang. Rumah yang biasanya ramai jadi terasa sepi. Tempat nongkrong favorit malah bikin sesak. Di situ, sedih bukan cuma soal perpisahan, tapi juga soal masa depan yang terasa ikut runtuh. Kalau kamu lagi cari kata-kata semangat untuk orang yang kehilangan orang tersayang, mungkin ini bisa kamu kirim atau pakai untuk diri sendiri: - "Kamu nggak lemah, kamu cuma lagi berduka. Pelan-pelan aja, nggak harus kuat setiap hari." - "Sedihmu valid. Hari ini boleh nangis, besok kalau sudah siap, kita coba berdiri lagi sama-sama." - "Perpisahan ini memang sakit, tapi bukan berarti hidupmu selesai. Masih ada bagian hidup lain yang menunggumu untuk dirawat." Aku juga sering merasa iri lihat orang lain yang kayaknya cepat banget "move on". Tapi akhirnya aku sadar, setiap orang punya cara dan waktu berduka yang berbeda. Ada yang terlihat biasa aja di luar, tapi hatinya remuk. Ada yang baru merasa sedih bertahun-tahun kemudian. Jadi kalau sekarang kamu masih sering tiba-tiba sedih, masih kebayang-bayang, itu bukan karena kamu gagal ikhlas, tapi karena hatimu lagi belajar menyesuaikan diri. Untuk kamu yang bingung harus bilang apa ke teman atau keluarga yang sedang kehilangan, kadang mereka nggak butuh kata-kata perpisahan yang puitis, cukup: - "Aku di sini kalau kamu butuh cerita." - "Aku nggak akan paksa kamu kuat, tapi aku temenin kamu lewat hari-hari berat ini." Dan buat kamu yang merasa hidup jadi hambar, sulit menikmati hal yang dulu kamu suka: jangan paksa diri untuk cepat merasa "baik-baik saja". Nikmati saja prosesnya, sekecil apa pun progres yang kamu punya. Hari ini mungkin kamu cuma kuat untuk bangun dari kasur, besok mungkin kamu bisa keluar sebentar, lusa mungkin kamu bisa tertawa kecil. Semua itu tetap langkah. Ingat, sedih kehilangan itu bukan akhir dari cerita hidupmu. Di balik perasaan kosong dan luka yang dalam, perlahan akan ada ruang baru yang terisi: dengan orang baru, pengalaman baru, dan versi dirimu yang lebih peka dan kuat karena pernah patah sedalam ini.

Cari ·
menjenguk orang sakit bawa apa