Capek yang gak kelihatan

Kabupaten Cirebon
3/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaKadang yang paling berat itu bukan bangun pagi atau beraktivitas seharian, tapi pura-pura kuat seolah semuanya baik-baik aja. Dari luar kita tetap ketawa, tetap ngobrol, tetap keliatan santai, padahal di dalam kepala berisik banget. Rasanya kayak ada seribu pikiran muter barengan dan nggak ada tombol pause. Aku pernah ada di fase di mana capek mental ini nggak kelihatan sama sekali buat orang lain. Orang cuma lihat, “Lah, kamu kan masih bisa bercanda, masih aktif di sosmed, masih nongkrong, berarti baik-baik aja dong.” Padahal, pas pulang ke kamar, rasanya energi habis cuma buat mikirin hal-hal yang belum tentu kejadian. Overthinking jalan terus, dan kita sendiri yang kewalahan. Di titik itu aku baru sadar kalau healing itu nggak selalu kelihatan. Nggak selalu berupa liburan, self-care lucu, atau foto estetik di kafe. Kadang healing cuma sesederhana berani bilang "aku capek", mematikan HP biar kepala agak nggak berisik, atau nangis pelan-pelan di sudut kamar tanpa ada yang tahu. Capeknya kerasa, tapi proses sembuhnya sering banget nggak kelihatan sama sekali. Aku juga belajar kalau "healing is not a straight line". Ada hari di mana kita ngerasa kuat banget, bisa produktif, bisa senyum beneran. Tapi ada juga hari di mana bangun dari kasur aja sudah berasa menang perang. Dulu aku sering nyalahin diri sendiri, mikirnya, "Kok aku manja banget, dikit-dikit capek, dikit-dikit overthinking." Padahal, bukan manja—memang lagi lelah secara mental dan butuh istirahat. Kalau kamu lagi di fase capek yang nggak kelihatan ini, coba pelan-pelan jujur sama diri sendiri: sebenarnya kamu capek karena apa? Bukan buat nyari pembenaran, tapi biar kamu tahu bagian mana yang butuh dirangkul. Boleh kok cari bantuan, entah cerita ke teman yang kamu percaya, nulis di jurnal, atau kalau perlu, konsultasi ke profesional. Itu bukan tanda lemah, justru tanda kalau kamu berani jaga diri. Aku pribadi ngebantu diri sendiri dengan hal-hal kecil: batasi konsumsi sosmed kalau mulai berisik di kepala, atur napas pas cemas datang, dan bikin "me time" tanpa harus merasa bersalah. Nggak langsung sembuh, tapi pelan-pelan aku mulai bisa bedain mana suara hati, mana suara overthinking. Kalau kamu masih bertahan sampai hari ini, walaupun lagi capek yang nggak kelihatan, itu udah hebat banget. Kamu boleh istirahat, kamu boleh pelan, dan kamu nggak harus selalu keliatan kuat di mata semua orang. Yang penting, jangan berhenti sayang sama diri sendiri, meski dunia di luar nggak selalu paham ributnya isi kepalamu.

4 komentar

Gambar dearyu
dearyu

kak🥺

Lihat lainnya(3)