Get to Know Me - as Clinical Psychologist
.
Hai, kita kenalan lebih dekat yuk!
Semoga setelah ini bisa lebih rajin ngonten ya.. kao gak rajin, berarti lebih sibuk ngopi di coffee bar 🤏🏻 *gemesh
Isu apa sih yang bikin kalian penasaran atau pengen kalian tahu lebih dalam?
Tulis di kolom komen ya..
#psikologi #psikolog #psikologklinis #gettoknowme✨ #kesehatanmental
Banyak yang DM atau nanya di kolom komentar soal dua hal ini: "Kak, berapa biaya ke psikolog?" dan "Kalau mau ke psikolog klinis di Jogja, mulai dari mana?" Jadi aku rangkum aja di sini versi santai dan pengalaman pribadiku sebagai psikolog klinis. Dulu sebelum jadi psikolog, aku juga mikir kalau ke psikolog itu pasti mahal banget dan cuma buat orang yang "parah". Setelah berkecimpung di dunia praktik, ternyata nggak seseram itu. Rentang biaya konsultasi ke psikolog klinis di Jogja cukup beragam, tergantung tempat dan sistem yang dipakai. Di beberapa klinik atau rumah sakit, biaya per sesi bisa mulai dari sekitar 150–200 ribu, ada juga yang di kisaran 250–400 ribu per sesi untuk durasi 45–60 menit. Kalau di private practice atau lembaga tertentu, bisa jadi sedikit lebih tinggi, tapi biasanya sebanding dengan fasilitas, kenyamanan, dan pengalaman psikolognya. Ada juga layanan yang kerja sama dengan kampus atau lembaga non-profit, yang biayanya lebih terjangkau atau sistem skala sliding fee (disesuaikan kemampuan klien). Beberapa platform online kadang punya program diskon atau paket sesi. Jadi sebelum patah semangat duluan, boleh banget cek info detail: apakah mereka punya harga khusus pelajar/mahasiswa, paket konseling, atau sesi online yang lebih murah. Soal pilih psikolog klinis Jogja, kamu bisa mulai dari tiga hal: lokasi, fokus isu, dan kenyamanan gaya komunikasinya. Ada psikolog yang fokusnya ke remaja dan dewasa, ada yang lebih banyak pegang kasus anak, ada yang sering menangani stres kerja, cemas, depresi, trauma, berduka, masalah pasangan, keluarga, regulasi emosi, atau pengembangan diri. Di fotoku tertulis beberapa isu yang sering kutangani: stres, cemas, depresi, trauma, berduka, pasangan, regulasi emosi, keluarga, maternal, pertemanan, dan pengembangan diri. Biasanya di bio media sosial atau website, psikolog akan menuliskan latar belakang pendidikan (misal S2 Profesi Psikolog UII Yogyakarta), sejak kapan praktik, dan jenis konseling yang ditawarkan (tatap muka atau online). Kamu bisa cek juga apakah dia sering isi seminar kesehatan mental, atau aktif berbagi konten psikoedukasi di Tiktok, Instagram, atau Twitter/X. Dari situ bisa kebayang gaya bahasanya nyambung sama kamu atau nggak. Kalau kamu tipe yang suka ngopi di coffee bar dan butuh ruang ngobrol santai soal mental health, nggak apa-apa banget cari psikolog yang suasana ruang praktiknya homey dan bikin nyaman. Aku pribadi suka menjelajah kedai kopi di Jogja, dan kadang dari situ muncul banyak ide topik konseling dan konten psikoedukasi yang relate sama kehidupan sehari-hari klien. Intinya, jangan ragu buat tanya dulu sebelum booking: tanyakan range biaya, durasi sesi, sistem pembayaran, apakah bisa online, dan isu apa yang biasa ditangani. Kamu berhak banget tahu dan merasa aman sebelum mulai konseling. Kalau masih ada yang bikin penasaran soal biaya ke psikolog atau psikolog klinis Jogja, boleh tulis di kolom komen, nanti aku coba jawab satu-satu.






