Parenting for Comfort

Tidak ada yang salah dalam pengasuhan yang berfokus pada rasa nyaman, tapi tidak semua hal bisa orang tua kendalikan.

Rasa sakit dan kesalahan adalah bagian dari proses tumbuh dewasa. Jika orang tua tidak mendampingi, menghindar, atau justru berusaha menghilangkan "konflik" karena merasa kasihan, mereka tidak akan pernah punya kesempatan belajar. Setuju?

#psikologklinis #psikolog #konseling #parenting #NyataDanBermanfaat

2/15 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam pengalaman saya sebagai orang tua, memberikan kenyamanan pada anak memang penting, namun saya menyadari tidak semua keluhan atau rasa tidak nyaman bisa serta merta dihilangkan oleh orang tua. Anak-anak butuh mengalami tantangan, rasa sakit, dan kesalahan karena itu bagian dari proses belajar menjadi lebih kuat dan mandiri. Terkadang, kita sebagai orang tua ingin melindungi anak dari segala kesulitan agar mereka tidak merasa sedih atau cemas. Namun, jika kita selalu mengontrol dan mencegah mereka merasakan konflik, anak justru akan memandang masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari, bukan sebuah peluang untuk bertumbuh. Ini sesuai dengan konsep "Parenting for Comfort" yang juga dikenal dengan istilah "accommodation"—dimana orang tua berusaha mengendalikan situasi dan perasaan anak secara berlebihan. Menurut saya, keberhasilan parenting bukan hanya terlihat dari seberapa nyaman anak, tetapi dari bagaimana kita mampu mendampingi mereka menghadapi kegagalan dan kecemasan mereka. Misalnya, ketika anak kesulitan di sekolah atau bertengkar dengan teman, peran orang tua bukan untuk mengambil alih masalah tersebut tapi memberikan dukungan emosional dan membantu anak belajar menyelesaikan masalah secara mandiri. Saya pernah membaca kutipan dari TEDxTalks tentang pentingnya "brave parenting", yaitu keberanian orang tua untuk menemani anak dalam menghadapi ketidaknyamanan dan rasa takut. Ini membuka ruang bagi anak untuk membangun kepercayaan diri dan resilien. Jadi, memberikan kenyamanan tidak harus berarti menghindari semua rasa sakit, melainkan menyediakan tempat aman untuk anak mengekspresikan dan mengelola emosinya. Sebagai orang tua, saya juga belajar bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur dengan anak sangat penting. Dengan begitu, anak merasa didengar dan didukung tanpa merasa dikendalikan. Membantu mereka memahami bahwa kegagalan dan rasa sakit adalah bagian alami yang akan memperkuat mereka di masa depan. Kesimpulannya, "Parenting for Comfort" sebaiknya diimbangi dengan keberanian untuk membiarkan anak belajar dari realita kehidupan yang terkadang sulit. Pendampingan yang empatik dan hadir sebagai pendukung membuat anak merasa aman untuk menghadapi tantangan dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan mandiri.

Posting terkait

Gambar menunjukkan seorang wanita berhijab dan seorang anak perempuan tersenyum sambil berpegangan tangan, dengan judul "Parenting ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib" di atasnya.
Gambar menampilkan seorang wanita berhijab dan anak perempuan tersenyum, dengan teks yang menyatakan upaya menerapkan metode parenting Sayyidina Ali bin Abi Thalib menggunakan rumus 7x3.
Gambar seorang wanita berhijab dan anak perempuan tersenyum, disertai teks tentang perlakuan anak usia 0-7 tahun sebagai raja/ratu, dilayani tulus, dan menahan emosi.
PARENTING ALA SAYYIDINA ALI BIN ABI THALIB
Hi lemonade 🍋 Kali ini, aku mau sedikit sharing tentang salah satu gaya parenting yang bisa kita jadikan panutan untuk mendidik anak kita. Yakni parenting ala Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Parenting ala Sayyidina Ali bin abi thalib menggunakan rumus 7×3, yakni : 1. Usia 0-7 tahun, perlakukan an
Chaytsr

Chaytsr

1677 suka

Tips parenting anak remaja, 10-19 th
Raising teenagers is like learning a new language every few years 🥹💛 Ages 10–19 are the years where they slowly stop being little kids… but still need guidance, comfort, attention, and safe places to come home to ☁️ Sometimes they act distant. Sometimes they get emotional easily. Sometimes
whispered.chalk

whispered.chalk

35 suka

🛡 Parenting Stoic: Cara Mendidik Anak Agar Tahan Banting
🛡 Parenting Stoic: Cara Mendidik Anak Agar Tahan Banting 👨‍👩‍👦 Warisan Terkuat: 7 Bekal Mental untuk Masa Depan Anak Ayah Ibu, tolong bekali anakmu dengan 7 prinsip ini sebelum mereka menghadapi kerasnya dunia yang tidak punya belas kasihan 7 Kalimat nasihat yang wajib disampaikan orang tua
Godspeed Ahau

Godspeed Ahau

10 suka

hindari gaya parenting jadul ini✨✨
Hallo Lemonades 🍋🍋 #TentangKehidupan suka bingung gimana cara didik anak dg benar? #PerasaanKu aku jg masih sama2 belajar nih, hihi... Ini penting banget buat orang tua muda termasuk aku supaya gak ngulang pola lama yang kurang sehat. Berikut beberapa gaya parenting jadul yang sebaiknya
Della

Della

15 suka

Lihat lainnya