... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat istilah "flanker parfum" di komunitas wangi-wangian, aku jujur sempat bingung. Di rak toko kok namanya mirip, tapi botol dan aromanya beda tipis. Jadi aku pelan-pelan belajar, terutama lewat seri-seri designer eau de parfum yang gampang ditemui.
Secara simpel, flanker parfum adalah versi turunan dari parfum utama (original) yang sudah sukses duluan. Misal, ada satu parfum best seller, lalu brand bikin beberapa varian: Intense, Eau de Toilette, L'Eclat, L'Extrait, Intensement, dan lain-lain. Nah, varian-varian inilah yang disebut flanker. DNA wanginya mirip, tapi ada twist: bisa lebih manis, lebih fresh, lebih dark, atau lebih tahan lama.
Bedanya apa dengan sekadar "designer eau de parfum" biasa? Designer eau de parfum itu istilah umum buat parfum dari brand desainer (Tom Ford, YSL, Lancome, dll) dengan konsentrasi EDP. Sementara flanker lebih ke posisi "turunan" dari satu line tertentu. Jadi semua flanker bisa saja berformat eau de parfum, tapi tidak semua eau de parfum adalah flanker.
Contohnya di seri Tom Ford Cherry: Lost Cherry ini kayak OG yang mulaiin tren wangi cherry gourmand. Lalu muncul Electric Cherry yang lebih bright, berasa kayak cherry yang dikasih sentuhan "electric"–lebih nge-pop di hidung dan terkesan playful. Cherry Smoke beda lagi, cherry-nya lebih gelap, smokey, berasa lebih dewasa dan seksi. Secara konsep, ini tiga flanker yang main di satu tema: cherry.
Di YSL Libre, line-nya juga penuh flanker. Ada Intense yang manis dan warm, Le Parfum yang lebih pekat, sampai L'Eau Nue yang lebih lembut dan kerasa kayak skinscent. Versi non-alkohol atau yang lebih light biasanya enak buat dipakai di cuaca panas, sedangkan yang intense enak buat malam atau acara formal. Kalau kamu suka wangi floral lavender yang elegan tapi bingung pilih yang mana, mainkan dulu di kulit: biasanya kelihatan tipe mana yang cocok sama suhu kulit dan gaya kamu.
Lancome La Vie Est Belle juga terkenal dengan flanker yang banyak: L'Eclat yang lebih fresh dan sparkling, Iris Absolu yang agak powdery dan earthy, lalu ada L'Elixir atau L'Extrait yang lebih pekat dan berasa mahal. Walau semua masih kerasa "La Vie Est Belle", nuansa manis, floral, fruity, dan intensitasnya beda-beda.
Buat yang penasaran soal "Tom Ford niche or designer", sebagian koleksi Tom Ford Private Blend sering dianggap lebih dekat ke niche karena karakter aromanya unik dan harga lebih tinggi, tapi secara kategori brand, Tom Ford tetap brand desainer. Jadi kalau kamu baru eksplor dunia parfum, mulai dari flankers parfum designer itu menurutku paling aman: akses lebih mudah, harga masih masuk akal, dan pilihan karakter aroma banyak banget.
Kalau kamu tertarik beli parfum electric atau EV parfum yang lagi viral di TikTok, coba cek dulu: dia flanker dari line apa, dan apa yang dibedakan dari versi originalnya. Dengan ngerti konsep flanker parfum, kamu jadi bisa pilih varian yang paling sesuai dengan selera dan occasion, bukan sekadar ikut-ikutan hype.