... Baca selengkapnyaAku dulu sempat bingung, gourmand itu wangi apa sih? Setelah coba beberapa botol, baru paham kalau parfum gourmand itu fokus ke aroma manis yang mirip makanan atau minuman: gula, caramel, vanilla, kopi, dessert sampai minuman kekinian. Bukan sekadar manis biasa, tapi yang bikin kamu kebayang minum/makan sesuatu.
Misalnya parfum dengan aroma leci, kalau dia gourmand, biasanya bukan cuma wangi buah leci segar, tapi dipadukan dengan nuansa creamy, milky atau sugary. Jadinya berasa kayak es leci teh atau mocktail leci manis yang dingin. Buat aku, parfum aroma leci yang enak itu harus seimbang: ada manisnya, ada segernya, dan nggak bikin eneg. Cocok buat dipakai siang hari, terutama kalau cuaca panas.
Aku juga lagi suka eksplor parfum gourmand terbaik versi aku, yang aromanya nggak murahan dan masih nyaman dipakai harian. Salah satunya tipe wangi kayak mangga ketan dan teh tarik dingin. Mangga ketan biasanya punya opening buah mangga yang juicy, lalu ada sentuhan creamy kayak santan/ketan yang lembut. Sementara teh tarik dingin itu vibe-nya teh susu yang manis, creamy, sedikit pahit teh, dan kerasa kayak minuman boba di gelas besar.
Ada juga aroma creamy buah markisa, ini unik karena markisa biasanya diasosiasikan dengan wangi asam dan seger. Tapi kalau dijadiin gourmand, dia dibikin lebih lembut dan creamy, seolah-olah kayak dessert markisa dengan whipped cream. Ditambah lagi parfum yang wanginya mirip susu hangat gurih, yang menurutku cocok dipakai malam hari atau saat hujan. Rasanya comforting banget, kayak pakai selimut wangi.
Buat kamu yang penasaran sama HVM Ocean extrait de parfum, vibe-nya lebih ke segar dan elegan tapi masih bisa dipasangkan dengan parfum gourmand lain sebagai layering. Kadang aku pakai base yang lebih clean atau aquatic kayak ini, lalu aku layer dengan satu semprotan parfum aroma gourmand supaya wanginya jadi seimbang: nggak terlalu manis tapi tetap ada sentuhan dessert.
Soal aroma Galatea, banyak yang bilang ini punya karakter wangi yang sensual dan dalam, tergantung merk dan formulanya. Beberapa varian yang aku cium cenderung ke arah sweet-woody atau sweet-musky, yang masih bisa dikategorikan semi gourmand kalau ada sentuhan vanilla atau tonka di dalamnya. Menurutku, wangi ala Galatea enak dipakai malam hari atau acara spesial karena terasa lebih dewasa.
Kalau kamu baru mulai masuk dunia parfum gourmand, tips dari aku: mulai dari yang aromanya familiar kayak leci, vanila, susu, atau minuman favoritmu. Hindari langsung beli blind buy banyak, dan usahakan coba dulu di kulit karena wangi gourmand bisa berubah jadi terlalu manis atau bikin pusing kalau nggak cocok. Cari yang deskripsinya "creamy", "milky", atau "dessert-like" tapi tetap ada note segar supaya nggak berat dipakai sepanjang hari.
Intinya, parfum haus dan parfum gourmand itu seru banget buat dieksplor. Rasanya kayak bawa minuman atau dessert favoritmu ke mana-mana dalam bentuk wangi. Selama kamu tahu batas manis yang kamu suka dan kapan waktu terbaik memakainya (siang berjiwa segar, malam berjiwa creamy), parfum gourmand bisa jadi koleksi wajib di rak parfum kamu.