RESIGN BOLEH, BEGO JANGAN!
Jangan manja, dikit2 resign…
Kalo kamu ga punya misi/tujuan selanjutnya, atau ternyata ada prioritas2 lain yg lebih tinggi yang dikorbankan, ya jangan resign dulu
Bertahan aja dulu, sabar…
Dunia kerja emang ga mudah, kamu yang harus semakin kuat.
Saya pernah menghadapi dilema ingin resign karena merasa lingkungan kerja tidak mendukung dan sistem yang berantakan membuat saya stres. Namun, saya belajar dari pengalaman bahwa resign tanpa rencana yang matang malah membuat saya kesulitan mencari pekerjaan baru dan kehilangan momentum karier. Dari situ saya menyadari bahwa ada dua tipe orang saat resign: yang pertama karena mengejar misi yang lebih besar, seperti mencari pekerjaan yang sesuai dengan passion atau bidang studi, dan yang kedua karena alasan emosional seperti tidak suka dengan pimpinan atau teman kerja. Jika Anda termasuk yang kedua, ada baiknya untuk bersabar dan evaluasi prioritas terlebih dahulu. Dalam kondisi ekonomi yang tidak menentu, mencari pekerjaan baru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saya sarankan untuk menggunakan waktu di pekerjaan saat ini sebagai kesempatan belajar dan mengembangkan diri. Fokus pada peningkatan skill yang relevan bisa membuka peluang yang lebih baik di masa depan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan resign kalau belum ada tujuan yang jelas dan langkah selanjutnya yang pasti. Cobalah buat rencana karier jangka panjang, konsultasi dengan mentor atau teman yang berpengalaman, dan manfaatkan kesempatan belajar di lingkungan kerja Anda. Dengan cara ini, resign bukan hanya sekadar lari dari masalah, tetapi menjadi langkah strategis untuk pengembangan diri dan mencapai tujuan karier yang lebih baik.











































