RESIGN dan MENTAL HEALTH
Saya percaya kalo rezeki & berkat diatur oleh Tuhan.
Tapi kita ga pernah tau persis rencana Tuhan gimana, bagian kita adalah melakukan yang kita bisa, berusaha & berencana sebaik-baiknya.
Hari-hari lagi ga mudah,
Buat yang lagi berjuang di posisi & pekerjaan apapun. Semoga kita bisa saling menyemangati & membantu.💪🏻
Pengalaman saya pribadi menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mental di tempat kerja seringkali menjadi tantangan besar, terutama saat menghadapi tekanan yang berat dan lingkungan kerja yang kurang mendukung. Dalam perjalanan mencoba bertahan di pekerjaan yang sebenarnya tidak sesuai, saya belajar bahwa resign bukan sekadar keputusan finansial, tetapi juga keputusan untuk menjaga kesehatan jiwa. Salah satu aspek penting yang saya pelajari dari artikel ini adalah pentingnya memiliki dana darurat sebelum memutuskan resign. Dana ini menjadi ‘bantalan’ agar tidak menambah tekanan mental setelah keluar dari pekerjaan, memberikan ruang waktu untuk pemulihan dan mencari peluang baru tanpa terburu-buru. Saya pernah mencoba resign tanpa persiapan dana yang cukup dan mengalami stres berkepanjangan akibat kekhawatiran akan kebutuhan hidup sehari-hari, yang akhirnya malah memperburuk kesehatan mental saya. Selain itu, membangun komunitas atau support system di luar pekerjaan juga sangat membantu. Saya pribadi aktif dalam beberapa komunitas yang mendukung pengembangan diri dan kesejahteraan mental, sehingga saat tekanan kerja meningkat, saya masih bisa mendapatkan dukungan moral dan ide-ide positif. Ini sejalan dengan saran dalam artikel bahwa memiliki cara menjaga kewarasan seperti komunitas atau aktivitas di luar pekerjaan akan meringankan beban mental. Meski demikian, keputusan resign memang tidak mudah dan penuh risiko, terutama tanpa rencana ke depan. Namun, ketika kesehatan mental dan kebahagiaan mulai terganggu secara signifikan, kadang-kadang melepaskan pekerjaan yang tidak sehat adalah keputusan terbaik. Hal ini perlu dilakukan secara sadar, dengan pertimbangan matang dan kesiapan finansial. Dengan berbagi pengalaman ini, harapan saya pembaca bisa lebih memahami betapa pentingnya keseimbangan antara kerja dan kesehatan mental. Jangan ragu mencari bantuan dan dukungan ketika menghadapi tekanan, dan persiapkan segala sesuatunya sebelum mengambil keputusan besar seperti resign. Karena pada akhirnya, kehidupan dan kesehatan mental yang sehat adalah modal utama untuk meraih kebahagiaan dan kesuksesan jangka panjang.

































