Efek dari parenting bapaknya di pangku (karena dia lebih sering jaga anak kerjanya pake shift kalo aku engga)
mau berkegiatan apapun jadi susah karena anakku ya gitu maunya di pangku terus sedangkan ada pekerjaan rumah yang juga harus aku kerjakan
jujur ga tega wkwkwk cuma udah laper banget,di rumah gak ada siapapun makanya ya udah deh nangis bentar yang penting perut isi jadi kesabaran nambah lagi dikit
Mengasuh anak yang selalu ingin dipangku memang menjadi tantangan besar, terutama saat kita harus mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak ada bantuan lain di rumah. Dari pengalaman saya, salah satu hal yang membantu adalah mencoba mengatur waktu istirahat dan makan dengan lebih terjadwal, meskipun sulit. Jika anak terus menangis dan minta dipangku, sebisa mungkin manfaatkan momen itu untuk beristirahat juga, meskipun singkat. Saya juga belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Kadang perasaan bersalah muncul karena merasa tidak bisa memenuhi semua kebutuhan sekaligus. Namun, dengan menerima bahwa situasi ini memang berat, kita bisa lebih sabar dan tidak terlalu stres. Selain itu, penting juga untuk memberi tahu pasangan atau orang terdekat agar bisa saling berbagi tugas menjaga anak, terutama jika bekerja dengan sistem shift. Jangan lupa bahwa memberi makan diri sendiri dengan cukup sangat penting agar energi dan kesabaran tetap terjaga. Meski harus menangis sedikit akibat rasa lapar, itu adalah tanda tubuh kita butuh asupan. Kadang saya juga mencoba siapkan camilan atau makanan ringan yang mudah diakses agar bisa cepat makan saat anak sedang tenang sebentar. Pengalaman seperti ini memang umum terjadi bagi banyak orang tua, terutama yang harus bekerja di rumah tanpa bantuan tambahan. Dengan berbagi pengalaman seperti ini, saya harap orang lain yang mengalami hal serupa merasa tidak sendiri dan bisa menemukan cara-cara praktis untuk menghadapi tantangan sehari-hari dalam mengasuh anak.