Kalian tim saring atau blender??
Tetap dilakukan walaupun ini adalah part paling melelahkan saat membuat mpasi homemade, part uleg saring bubur mpasi 🤭😝 ada yang sama nggak sih?
Sebagai seorang ibu yang baru memasuki fase memasak MPASI homemade, saya sempat merasa bingung di awal antara memilih metode uleg saring atau menggunakan blender. Memang benar, bagian uleg saring bubur MPASI ini bisa sangat melelahkan, apalagi jika dilakukan setiap hari. Namun, dari pengalaman saya, ada nilai khusus yang ditemukan ketika menggunakan cara tradisional ini. Proses uleg saring memungkinkan bubur yang dihasilkan memiliki tekstur yang lebih halus namun tidak terlalu encer, sehingga cocok untuk bayi yang baru belajar makan. Selain itu, uleg saring terasa lebih alami tanpa terlalu banyak cairan tambahan yang kadang terjadi saat menggunakan blender. Saya juga merasa lebih dekat dengan makanan yang saya buat karena harus melibatkan lebih banyak tenaga dan waktu, sehingga meningkatkan kesabaran dan ketelitian. Namun, ada kalanya saya memilih blender untuk menghemat waktu terutama saat jadwal harian saya sangat padat. Blender memang sangat efisien dan membuat tekstur bubur menjadi konsisten. Tapi terkadang teksturnya bisa terlalu halus atau terlalu basah, sehingga perlu penyesuaian ekstra agar sesuai dengan kebutuhan bayi. Kuncinya, memilih antara uleg saring dan blender bergantung pada kondisi masing-masing ibu dan bayi. Jika punya waktu lebih dan ingin makanan yang teksturnya pas, uleg saring bisa menjadi pilihan terbaik. Sedangkan bagi yang sibuk, blender bisa jadi solusi cepat tanpa mengorbankan kualitas bubur MPASI. Bagi para ibu yang baru memulai MPASI homemade, coba kombinasikan keduanya sesuai situasi. Lakukan uleg saring di hari khusus sebagai bentuk perhatian ekstra, dan gunakan blender saat butuh lebih cepat. Jangan lupa selalu perhatikan reaksi dan kenyamanan bayi agar proses MPASI menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat.