ADA TINGGAL DENGAN ORTU TOXIC ? GMN RASANYA ? ðŸ˜ðŸ’”
Tinggal bersama orang tua yang toxic memang menantang, apalagi ketika komunikasi menjadi sumber konflik yang terus-menerus. Pengalaman pribadi saya adalah sering merasa tidak didengarkan dan mendapat tekanan mental secara terus-menerus, sampai-sampai merasa kehabisan energi. Ini bukan cuma soal perbedaan pendapat biasa, tapi lebih ke pola pengabaian dan kritik yang membuat suasana rumah terasa berat. Saya mencoba menjaga jarak secara emosional dengan ibu kandung saya, yang saya lakukan bukan karena tidak sayang, tapi untuk melindungi kesehatan mental saya sendiri. Misalnya, setelah beraktivitas di luar, saya langsung mengisi ulang energi dengan berada di kamar dan memberi waktu untuk diri sendiri tanpa gangguan. Cara ini membantu saya menerima keadaan dengan lapang, meskipun rasanya sangat menyakitkan. Diagnosa depresi yang pernah saya dapatkan juga menjadi pengingat bahwa kita perlu perhatian serius terhadap kesehatan mental. Jangan ragu mencari dukungan dari teman atau profesional jika merasa terbebani. Meski sulit, menjaga jarak dan membangun batasan sehat dalam hubungan keluarga toxic adalah langkah penting agar kita bisa tetap kuat dan seimbang. Saya berharap dengan berbagi ini, teman-teman yang mengalami situasi serupa bisa merasa tidak sendiri dan menemukan semangat untuk bertahan. Ingat, kita berhak untuk hidup damai dan bahagia, meski keadaan di rumah tidak selalu ideal.





kamu belum rasa ketika kamu kehilangan sosok seorang ibu...dulu AQ juga pernah kayak kamu..!!tapi setelah kepergian ibuku ternyata AQ baru sadar..sebagian hidupku telah pergi..kedamaian dalam hidupku telah pergi..!! ingat say..hargailah ibu kamu selagi ada..karna penyesalan tidak akan datang untuk kedua kali...🥰