BERSINAR USAI BERCERAI PART 9

"Papi banyak kerjaan, Sayang. Keenan perginya sama Mami aja ya!" sambar Davika mencoba membuat Keenan berhenti berceloteh.

"Oke! Kalau Papi udah enggak sibuk nyusul Keenan dan Mami ya? Promise?" pinta Keenan manja.

Rafi hanya mengangguk. Setelah itu, Davika berlalu sambil menggenggam tangan Keenan menuju lobi apartemen. Keenan hanya mengikuti langkah kaki Davika tanpa tahu hati Ibunya terluka. Anak kecil itu tetap menyunggingkan senyuman manisnya di sepanjang perjalanan.

♡♡♡

Saat ini, Davika berdiri di depan gerbang rumah ibunya. Terselip perasaan ragu, apakah ia harus masuk atau lebih baik ia menenangkan diri terlebih dahulu di rumah sahabatnya? Ah, perempuan muda itu bingung. Dadanya bergoncang hebat. Ia takut menghadapi keluarga besarnya. Apakah keluarganya akan tetap menerimanya atau justru akan menertawakan kebod*hannya karena dulu memilih Rafi?

"Mami, kok diem aja sih? Ayo masuk! Keenan udah kangen sama Nenek!" ajak Keenan semangat.

"Assalamualaikum!" Tanpa aba-aba Keenan langsung mengucapkan salam dengan suara yang cukup kencang. Perbuatan Keenan sontak membuat jantung Davika berdebar dengan begitu hebatnya. Beberapa kali wanita muda itu menghela napas panjang.

Seorang wanita berusia sekitar 49 tahunan segera membukakan pintu untuk tamu yang datang. Meski guratan-guratan usia yang tak lagi muda tak dapat disembunyikan, tetapi wanita itu masih terlihat sehat, bugar, serta cantik. Ia sangat mirip dengan Davika, putrinya. Erna tipikal wanita yang modis dan cukup pandai bergaul sehingga tubuhnya masih langsing meski usianya hampir mencapai kepala lima.

“Waalaikum salam. Eh, Keenan cucu Oma yang ganteng. Sini Sayang, masuk!” Erna menyambut Keenan dengan wajah semuringah. Davika langsung mencium tangan ibunya dengan khidmat.

“Tumben pulang! Kirain udah enggak inget sama Mama,” sindir Erna.

“Bisa nanti aja enggak, Ma, ngobrolnya? Tunggu Keenan tidur,” sela Davika. Wanita itu sudah menebak jika Erna takkan bersikap manis padanya. Namun, ia sadar diri sikap ibunya bisa seperti itu karena sudah terlampau kecewa dengan keputusan putrinya dua tahun yang lalu. Erna tak menghiraukan Davika dan langsung fokus pada Keenan. Davika menghela napas berat. Bod*h! Kenapa ia begitu bod*h menerima Rafi kembali?

Keenan langsung berhambur memeluk sang nenek. "Nenek! Keenan kangen banget sama Nenek lho!"celotehnya manja.

"Nenek juga kangen banget sama Keenan." Erna membalas pelukan sang cucu dengan hangat. Diciuminya wajah Keenan dengan bertubi-tubi.

"Nenek tahu enggak, Papi tumben lho baik ngizinin Keenan sama Mami nginep di rumah Nenek! Katanya kita boleh nginepnya lama banget!" celoteh Keenan panjang lebar. Erna mengernyitkan dahinya. Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah Rafi kembali menalak anak gadisnya?

"Kok bawa koper besar?" tanya Erna ingin memastikan dugaannya. Erna memang sengaja bersikap ketus pada Davika walau dalam hati sebenarnya ia tak tega.

"Vika boleh istirahat dulu enggak, Ma?" pinta wanita itu datar. Sang ibu hanya mengangguk sambil membantu membawakan salah satu koper ke kamar Davika. Meski Davika sudah tak pernah berkunjung selama hampir dua tahun lamanya, kamar Davika masih setia Erna rawat. Begitulah hati seorang ibu, seberapa besar pun kesalahan anaknya ia akan membuka pintu maaf selebar-lebarnya.

Erna hanya sesekali menatap Davika bingung. Setelah dipersilakan masuk, anak gadisnya itu mengunci mulutnya rapat-rapat. Tak ada pembicaraan yang terjalin di antara keduanya. Erna meminta Irvan mengajak Keenan bermain. Sementara itu, ia masuk ke kamar dan menelepon Aldo, anak sulungnya.

Bersambung

Judul : Bersinar Usai Bercerau

penulis : anquindienna

Di apps sudah bab 46

baca di aplikasi kbm apps, download di playstore.

2025/8/2 Diedit ke

... Baca selengkapnyaCerita Bersinar Usai Bercerai Part 9 menggambarkan perjalanan emosional seorang ibu muda, Davika, yang mencoba memperbaiki hubungan dengan keluarganya sambil menjaga kebahagiaan anaknya, Keenan. Dalam segmen ini, Davika menunjukkan keraguan besar saat mengunjungi rumah ibunya setelah dua tahun tidak berkunjung. Rasa takut akan penolakan dan kekecewaan masa lalu menjadi beban berat yang harus dihadapinya. Kedatangan Davika dan Keenan di rumah Erna, sang ibu, memunculkan ketegangan yang halus namun terasa nyata. Meski Erna tampak berubah, masih sehat dan modis meski hampir berusia kepala lima, sikapnya terhadap Davika masih penuh ketidakpastian, mencerminkan luka yang belum sembuh akibat perceraian Davika dengan Rafi. Namun, cinta seorang ibu tetap terlihat melalui perhatian Erna yang merawat kamar Davika dengan setia. Interaksi antara Keenan dan neneknya menambahkan kehangatan di tengah suasana yang penuh tantangan ini. Keenan yang polos menyambut neneknya dengan penuh kasih sayang menjadi jembatan yang menghubungkan kembali Davika dengan keluarganya, memberi warna baru dalam kisah kehilangan dan rekonsiliasi. Selain drama keluarga, kisah ini juga menyinggung tema penting seperti pengampunan, penyesalan, dan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi masa sulit. Davika sebagai tokoh utama mewakili banyak perempuan yang berjuang menata kembali hidupnya setelah perceraian, termasuk menghadapi tanggung jawab sebagai ibu tunggal. Bagi pembaca, serial ini tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan perspektif mendalam tentang dinamika keluarga pasca perceraian, bagaimana cinta dan maaf menjadi kunci untuk bangkit dan bersinar kembali. Selain itu, kisah ini mengajak kita merenungkan nilai kekuatan dan kesabaran ibu dalam rumah tangga dan keluarga. Untuk menikmati kelanjutan cerita ini, penggemar dapat membaca lebih banyak bab di aplikasi KBM Apps yang tersedia di Playstore. Serial Bersinar Usai Bercerai telah mencapai bab ke-46, yang memperlihatkan perkembangan karakter dan alur yang semakin kompleks dan menarik bagi pecinta drama keluarga Indonesia.