Mati Rasa Setelah Pernikahan Kedua (2)

Part 2

"Ini  ... ini kemejaku. Kenapa ada  ...?" monolog Reno lalu memperhatikan noda lipstik tersebut. 

Reno kemudian mengingat kejadian tersebut. Dia lalu menghela napas ketika sudah mengingatnya. 

"Tiara!  Tiara sudah tahu  ...." Reno menggelengkan kepalanya. "Si al!" Reno melempar kemeja tersebut ke lantai.

"Kenapa dilempar, Pa?" Tiara tiba-tiba sudah ada di  samping Reno sambil melipat kedua tangan di depan dadanya. 

Reno terhentak kaget tiba-tiba mendengar suara Tiara. jantungnya berdetak tidak karuan. Dia sedang diperhatikan oleh Tiara dengan tajam. 

"Tiara aku bisa jelaskan semuanya!" Reno menghampiri Tiara. 

"Tidak usah pegang aku." Tiara mundur satu langkah. 

"Tiara aku mohon. Aku bisa menjelaskan semuanya." Reno kembali mendekati Tiara. 

"Menjelaskan? Apa yang mau kamu jelaskan, hah?! Tega kamu, Pa! Selama ini kamu sudah membohongiku." Tiara menunjuk Reno. "Kenapa, Pa? Kenapa?! Kamu sudah tidak cinta lagi sama aku? sampai kamu tega mengkhianati semua ini.

Berpura-pura lembur, pura-pura alasan ke luar kota! Ternyata kamu menemui wanita itu! Sakit! Sakit, Pa!" jantung Tiara berdetak sangat kencang dan dadanya kembang kempis menahan amarah. 

"Maafkan aku, Sayang. Aku mohon maafkan aku." Reno mengangkat kedua tangannya memohon.

"Siapa wanita itu? Siapa wanita yang dengan tega merebut hatimu?! Apa kurangnya aku di matamu? Sampai kamu tega bersama wanita lain." Kedua mata Tiara sudah berkaca-kaca. 

"Sayang. Tidak ada yang kurang dalam diri kamu. Kamu sempurna buatku," kata Reno lalu mengajak Tiara untuk duduk di sofa. 

Tiara tertawa mencibir setelah mendengar ucapan Reno lalu menolak untuk duduk. "Sudah ketahuan bersama wanita lain. Masih bisa-bisanya kamu memuji aku." Tiara menggelengkan kepalanya. 

"Kamu duduk dulu, Sayang. Aku bisa menjelaskan semuanya." Reno kembali menarik Tiara dan mendudukkan Tiara di sofa. "Kamu wanita sempurna. Tidak ada kekurangan dalam diri kamu." 

"Cukup! Aku muak mendengar ucapan yang tidak berguna itu!" bentak Tiara, "Kamu masih ingat, 'kan apa yang pernah aku ucapkan sama kamu. Aku akan pergi dari  ...."

"Tiara aku mohon. Kamu jangan berkata seperti itu. Aku masih mencintaimu, Tiara. Aku tidak mau kehilangan kamu."

"Masih? Masih mencintaiku? Kalau kamu masih mencintai aku, tidak mungkin kamu bersama wanita lain, Reno! Kamu tidak akan mungkin melakukan hal yang membuat aku sakit hati!" Tiara mengusap-usap da danya. 

Reno menggelengkan kepalanya lalu mendekati sang istri. Dia kemudian menarik tu buh Tiara dan meme luknya dengan erat. 

"Aku masih mencintaimu, Sayang. Aku tidak bohong." Reno meme luk erat tu buh Tiara. 

"Lepas! Lepaskan!" Tiara berontak ingin melepaskan pe lukan Reno. 

"Tidak. Aku tidak akan melepaskanmu! Aku mohon biarkan aku memelukmu," pinta Reno. 

"Aku tidak mau! Aku tidak sudi dipe luk dengan lelaki pengkhi anat, pembo hong!" Tiara masih berusaha melepaskan pe lukan Reno dan kedua matanya sudah meneteskan air mata. 

"Aku terpaksa berbo hong sama kamu karena ini yang aku takutkan, Sayang. Makanya aku terpaksa  berbo hong. Kamu pasti akan seperti ini. Kamu pasti tidak akan menerimanya. Sebenarnya aku  ...."

Tiara mengerutkan keningnya setelah mendengar penjelasan dari sang suami. 

Reno kemudian melepaskan pelu kannya. Dia kemudian memperhatikan wajah cantik Tiara. Satu tangannya menghapus air mata yang jatuh di pipi sang istri. 

"Maksudmu apa, Reno? Kamu sebenarnya ingin mengatakannya?" 

Reno menganggukkan kepalanya. "Aku memang telah bermain api di belakang kamu dan aku terjebak di dalamnya. Aku telah mengkhianati cinta kita.

Tapi sama sekali perasaan cintaku tidak pernah berubah terhadap kamu. Aku masih mencintai dan menyayangi kamu, Tiara." Reno membelai pipi sang istri. 

Tiara menggelengkan kepalanya mendengar ucapan sang suami. "Kamu gi la, Reno! Kamu  ... kamu mencintai dua wanita sekaligus." Tiara menatap tajam wajah sang suami. 

Judul : Mati Rasa Setelah Pernikahan Kedua

Karya : My_Ndrati

Platform : Kbm App

2025/8/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengkhianatan dalam hubungan pernikahan sering menimbulkan luka yang dalam dan sulit untuk disembuhkan. Dari pengalaman pribadi saya dan banyak cerita yang saya dengar, komunikasi terbuka menjadi kunci untuk mengatasi rasa sakit setelah pengkhianatan. Jika Anda mengalami situasi seperti Tiara dan Reno, penting untuk menyempatkan waktu mendengarkan dan memahami perasaan pasangan Anda secara jujur. Rasa mati atau kehilangan rasa terhadap pasangan setelah menikah kembali memang bisa terjadi, terutama ketika ada kejadian yang mengejutkan seperti penemuan kecurangan. Proses pemulihan tidak instan, melainkan membutuhkan kesabaran dan komitmen dari kedua belah pihak. Selain itu, jujurlah pada diri sendiri apakah Anda siap memaafkan dan melanjutkan hubungan atau perlu waktu untuk merenung lebih dalam. Saya juga menyarankan untuk mencari dukungan dari orang terdekat atau konselor pernikahan apabila konflik mulai terasa berat dan sulit dihadapi sendiri. Mendapatkan perspektif luar bisa membantu menganalisis situasi secara lebih objektif dan menemukan jalan keluar terbaik. Ingatlah bahwa setiap kisah memiliki jalannya masing-masing, dan menjaga komunikasi serta kejujuran adalah langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan.