Istri Kampunganku Ternyata Kaya dan Terkenal (4)
BAB 4
Syifa kaget dan gelagapan. Peserta reuni yang mengenali dirinya mulai berbondong-bondong mendekat. Rata-rata istri-istri para anggota reuni yang memang cukup update tentang kehidupan selebritis. Ada juga beberapa bujang yang mendekat.
"Ayana Putri!"
"Beneran Ayana Putri!"
"Wah... Aku pengen minta foto dong!"
"Ayana, please foto bareng."
Seruan orang-orang yang saling bersahut-sahutan membuat Syifa semakin pusing dan kebingungan. Syifa segera menurunkan anak kecil itu kemudian membenarkan posisi cadarnya yang turun. Sayangnya, orang-orang sudah terlanjur mengerumuni dirinya.
"Ayana, please foto bareng!"
"Tanda tanganin phone case punyaku dong!"
"Ayana..."
"Ayana!"
"Maaf, saya nggak bisa foto bareng," tolak Syifa secara halus. Sayangnya, penolakan tersebut seolah tidak digubris oleh kerumunan orang-orang itu. Mereka terus mendesak meminta foto, bahkan tidak memberi jalan sama sekali ketika Syifa ingin pergi.
Untunglah, di tengah suasana kacau tersebut sepupu Syifa datang. Rasyid langsung membelah kerumunan dan menghalangi orang-orang yang hendak meminta foto kepada Syifa.
"Maaf ya, sepupu saya tidak berkenan untuk foto atau semacamnya. Tolong hormati," kata Rasyid.
Berhubung Rasyid berbadan tinggi dan gagah dengan aura yang berwibawa seperti Pak Jenderal, suaranya didengar oleh orang-orang itu. Beberapa dari mereka masih ada yang agak keras kepala dan memaksa ingin berfoto dengan Syifa, tetapi Rasyid segera pasang badan untuk menghalangi.
"Ayo keluar dari sini, Mbak," kata Rasyid.
Syifa mengangguk. la mengekori Rasyid yang membelah kerumunan sambil terus menunduk. Syifa bisa mendengar beberapa bunyi shutter kamera mengarah kepadanya. Meskipun ia sudah memakai cadarnya kembali, tetap saja Syifa merasa waspada.
Ketika Syifa dan Rasyid sampai di dekat pintu aula, mereka berpapasan dengan Faza yang terus menatap Syifa dengan tajam. Syifa melirik sekilas saja kepada Faza kemudian langsung menunduk lagi.
"Ayo buruan keluar Mbak. Nanti mereka ngejar Mbak," kata Rasyid.
Syifa mengangguk dan akhirnya pergi bersama sepupunya itu. Entah hanya perasaan Syifa atau tidak, ia merasa seperti ditatap dengan sangat intens dari belakang. Tengkuknya sampai terasa merinding.
*
Sesampainya di mobil, Syifa dan Rasyid refleks bersamaan menghela napas lega. Syifa sampai berkeringat dingin saking gugupnya tadi ketika banyak orang melihat wajahnya.
"Maaf ya Mbak Syifa, identitas Mbak jadi terbongkar. Kalau saja Mbak nggak ikut datang ke sini, pasti hal ini nggak akan terjadi."
Syifa menggeleng. "Nggak papa, Rasyid. Itu tadi nggak disengaja kok. Mungkin anak kecil itu penasaran makanya asal narik cadarku."
Rasyid mengangguk. "Kita langsung pulang aja deh. Kayaknya sudah nggak kondusif juga situasinya di dalam. Aku hubungin Kahiyang dulu."
Syifa mengangguk saja. Apa yang dikatakan Rasyid juga benar. Akhirnya, Rasyid menghubungi adiknya, meminta keluarganya untuk langsung pulang saja karena situasi sudah tidak mendukung untuk Syifa.
Tak lama kemudian, Kahiyang dan kedua orang tuanya sampai ke mobil. Sebenarnya, begitu terjadi insiden Syifa yang identitasnya terbuka, Pak Jenderal langsung buru-buru pamitan kepada rekan-rekan petinggi TNI lainnya yang ada di sana.
Setelah dari acara reuni tersebut, Syifa tidak langsung pulang. la ikut acara syukuran dan makan-makan di rumah Pak Jenderal untuk merayakan keberhasilan Kahiyang yang baru saja diterima kuliah di luar negeri.
*
Ketika pulang ke rumah keluarga Subandono, Syifa merasa benar-benar lelah. Kejadian hari ini sungguh menguras tenaganya. la langsung ke kamar dan berharap bisa langsung istirahat. Saat Syifa baru membuka pintu kamarnya, ia terlonjak kaget melihat Faza ada di sana. Sudah menunggungnya dengan tatapan t4 j4m mem4tik@n.
***
Selengkapnya di KBM App
Judul: Istri Kampunganku Ternyata Kaya dan Terkenal
Jujur, kalau ada yang tanya apakah kehidupan rumah tangga bisa keganggu gara-gara masa lalu pasangan, jawabanku: bisa banget. Bukan cuma soal keuangan kayak SLIK OJK suami yang bisa berpengaruh ke istri, tapi juga soal identitas, pekerjaan, dan reputasi. Di pos sebelumnya aku ceritain gimana cadarku jatuh di acara reuni dan semua orang baru sadar kalau aku ternyata selebritas. Yang banyak orang nggak lihat adalah efek lanjutannya: obrolan keluarga, pandangan mertua, sampai sikap suami di rumah. Rasanya mirip ketika ada orang yang baru tahu riwayat kredit pasangannya di SLIK OJK. Awalnya dianggap sepele, tapi pas kebuka, kagetnya luar biasa. Aku pernah ngobrol sama temen yang lagi proses KPR. Dia cerita, meski cicilan atas nama suami, bank tetap ngecek SLIK OJK istrinya juga. Jadi, kalau ada tunggakan kartu kredit, pinjol, atau cicilan lain, otomatis ikut dipertimbangkan. Dari situ aku belajar, status keuangan suami–istri itu kayak satu paket. Jadi kalau ada yang nanya, "apakah SLIK OJK suami berpengaruh ke istri?" ya, dalam banyak kasus bisa, terutama pas ngajuin pinjaman bareng atau KPR. Balik ke ceritaku. Setelah kejadian viral di reuni, berita tentang "cadar jatuh tanpa sengaja, wajah istri yang selama ini dihina akhirnya terlihat" beredar di mana-mana. Judul-judul semacam itu bikin orang penasaran, tapi di balik itu ada perasaan yang nggak enak: malu, cemas, dan khawatir jadi bahan gosip. Apalagi ada orang yang sengaja ngedit cerita, diplintir jadi seolah hidup rumah tanggaku penuh drama murahan. Makanya, aku pribadi cukup sensitif kalau lihat konten yang terlalu vulgar atau menjual unsur "cerita dewasa" demi klik, apalagi yang pakai nama-nama pasaran seperti "bu ini" atau "ibu itu" buat bikin orang penasaran. Di dunia nyata, hubungan suami istri jauh lebih rumit dari sekadar cerita sensasi. Ada tanggung jawab finansial, dukungan mental, dan saling jaga nama baik di depan keluarga besar. Pelajaran paling besar setelah identitasku kebuka adalah pentingnya komunikasi sama pasangan. Aku dan suami akhirnya duduk bareng, ngomongin soal kerjaanku, konsekuensi kalau ada berita viral lagi, dan gimana kami saling support. Sama halnya dengan urusan SLIK OJK, sebaiknya pasangan saling jujur soal kondisi keuangan masing-masing sebelum ambil keputusan besar. Kalau kamu lagi di posisi serba nggak enak karena masa lalu atau identitas kebongkar, coba tarik napas dulu. Nggak semua orang akan mengerti, tapi yang penting orang-orang terdekatmu tahu cerita sebenarnya. Di situ rasanya jauh lebih lega daripada terus-terusan sembunyi sambil takut suatu saat semuanya terbuka sendiri.

