HAI KAPTEN (3)
Membalas
Malam turun perlahan di posko utama. Angin membawa aroma tanah basah dan dingin yang menggigit, seolah Aceh masih belum selesai mengembuskan kesedihannya. Lampu-lampu tenda menyala temaram, menciptakan bayangan-bayangan panjang di tanah yang bergelombang.
Nayla baru saja merampungkan pasien terakhirnya. Tangan dan pikirannya sama-sama lelah, tapi hatinya lebih berat daripada dua hal itu.
Ia duduk di kursi kecil di luar tenda medis. Baru saja ingin menutup mata sesaat ketika suara toa terdengar memecah keheningan.
“Semua tim medis, relawan, dan anggota evakuasi diminta berkumpul di tenda utama. Briefing akan dimulai dalam lima menit. Dipimpin oleh Komandan Reyhan Pratama.”
Nama itu.
Jelas. Tegas. Tanpa ruang untuk salah dengar.
Suara yang keluar dari toa itu menusuk jantung Nayla seperti dingin yang tiba-tiba merayap masuk melalui kulitnya.
Ia terdiam. Tidak bergerak. Bahkan napasnya terasa macet di tenggorokan.
Tiga tahun.
Tiga tahun ia menghindari nama itu.
Dan kini
Nama itu memanggilnya secara langsung.
Seorang perawat lewat sambil berkata ringan, “Ayo, Dok. Kita harus ikut.”
Nayla dipaksa berdiri oleh keadaan, bukan keberanian. Langkahnya terasa berat, seperti kaki-kakinya menolak menuju arah takdir yang sudah menunggunya.
---
Tenda utama dipenuhi orang. Suasana riuh, tapi semua terasa jauh di telinga Nayla. Ia mencoba berdiri di bagian belakang, berharap tidak terlalu terlihat. Masker menutupi sebagian wajahnya, dan lampu redup sedikit membantunya bersembunyi.
“Komandan sebentar lagi datang,” bisik seorang relawan.
Dan benar
Beberapa detik kemudian, tirai tenda terbuka.
Suara langkah berat memasuki ruangan.
Orang-orang otomatis merapikan posisi. Suasana berubah lebih hening, lebih formal.
Nayla menunduk. Tidak berani melihat.
“Tolong matikan percakapan. Kita mulai briefing,” suara bergema dari bagian depan.
Suara itu…
Suaranya.
Nayla memejamkan mata sesaat. Tubuhnya langsung memberi reaksi yang tidak bisa ia kendalikan dingin, tegang, gemetar halus.
Reyhan.
Nada suaranya masih sama. Tenang, dalam, dan tegas. Hanya saja kini terdengar lebih dewasa, lebih berat… mungkin karena segala tugas yang telah ia jalani.
“Pertama, terima kasih untuk kerja keras semua tim…” Reyhan mulai berbicara, menjelaskan kondisi daerah sekitar dan rencana evakuasi besok. Suaranya mantap, seperti seorang pemimpin yang dihormati.
Nayla berusaha fokus pada kalimat-kalimat itu.
Namun setiap kali suara itu bergerak melewati telinganya, ingatan lama ikut bergerak.
Ingat bagaimana suaranya dulu memanggil lembut, “Zahra…”
Ingat bagaimana ia bersumpah tidak akan meninggalkan Nayla.
Lalu… ia meninggalkannya di hari pernikahan.
Tangan Nayla mengepal.
Ia ingin pergi.
Tapi tubuhnya seolah terkunci.
Sampai akhirnya
“Baik, sebelum kita akhiri, saya ingin memastikan tim medis siap untuk turun ke sektor barat. Dokter Nayla Azzahra bertanggung jawab sebagai penanggung jawab lap ..”
Reyhan berhenti bicara.
Hening tiba-tiba mengisi tenda.
Semua orang menoleh mencari siapa yang bernama Nayla.
Dan saat itu terjadi, Reyhan menatap ke arah belakang tenda… tepat ke arah di mana Nayla berdiri.
Mata mereka bertemu.
Untuk pertama kalinya setelah tiga tahun.
Dalam sekejap, waktu seperti berhenti.
Reyhan terpaku.
Wajahnya berubah kaget, tidak percaya, shock, dan… ada sesuatu yang jauh lebih dalam di matanya.
Seolah ia baru saja melihat hantu yang ia rindukan, tapi juga ia takuti.
Nayla merasakan dunia sekitarnya menghilang.
Semua suara hilang, semua orang menghilang.
Hanya mereka berdua.
Tiga tahun luka dan cinta yang tidak pernah selesai menabrak kembali ke dada mereka dalam satu detik.
Mata Reyhan melebar. Ia mengucapkan nama itu dengan suara nyaris tak terdengar.
“…Nayla?”
Nayla menelan ludah.
Tenggorokannya perih.
Tapi ia tetap berdiri tegak.
“Lanjutkan briefing-nya, Komandan,” katanya pelan namun tegas, suara yang berusaha ia stabilkan walau gemetar di dalam.
Reyhan menatapnya lebih lama—pandangan kosong yang penuh pertanyaan dan penyesalan.
Namun tugas adalah tugas
Judul : Hai Kapten
karya : Shie Mr
kbm apps


![🍿 : KAPTEN AKU AKAN MENIKAH [SUB INDO]](https://p16-lemon8-sign-sg.tiktokcdn.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/okANQEbIDY3rqCqGgEftEtAAgFveApB9ckjtZ2~tplv-sdweummd6v-shrink:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1808827200&x-signature=H5YZsFpXVIpwi0LQF6x3wxHnbj4%3D)


![Dikhianati Kapten Dinikahi Sultan [1]](https://p16-lemon8-sign-sg.tiktokcdn.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/ogA5Af7XBBD0iAsedtiisWEL9CUI6vqgws2IRE~tplv-sdweummd6v-shrink:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_feed_list&x-expires=1808827200&x-signature=Y2LI5QIZznIOUb7TBp1VFVjbFo4%3D)


























