DIKEJAR MANTAN SUAMI, DICINTAI CEO TAMPAN (7)

Membalas

Penulis : anquindienna

Baca di aplikasi: KBM apps

Davika akhirnya membuka semuanya pada sang ibu. Tangisnya pecah saat mengaku, “Kak Rafi talak aku, Ma, cuma karena Vika update status Instagram ngucapin selamat atas kelahiran baby-nya Kak Aldo dan Kak Chika.” Ia tak kuasa menahan sesak. Baginya, perpisahan itu terasa konyol dan tak masuk akal. Setelah semua pengorbanannya, rumah tangganya kandas hanya karena sebuah status media sosial.

Erna, sang ibu, murka. “Harusnya dari dulu kamu dengarin Mama. Rafi itu enggak akan pernah berubah!” Amarah bercampur perih melihat anak gadisnya diperlakukan tak adil. Davika sendiri tak mengerti, “Kenapa Kak Rafi tega melontarkan kata talak pada Vika?” Air matanya jatuh, napasnya tersengal, hatinya penuh tanya—tak cukupkah semua bakti dan sayang yang ia beri?

Ingatan Davika melayang ke masa setelah melahirkan Keenan. Baru sebulan pascapersalinan, Rafi memaksanya diet ketat dan gym karena tak suka tubuhnya yang gemuk. Padahal Keenan membutuhkan ASI. Davika stres berat, ASI-nya sempat tak keluar, dan Keenan terpaksa minum susu formula. Rafi bahkan mendaftarkannya ke gym dan melarang makan karbohidrat. “Kakak enggak suka lihat penampilan kamu sekarang,” katanya pedas, tanpa peduli hati Davika yang remuk.

Davika mencoba bertahan, “Aku baru sebulan melahirkan, Kak.” Ia merasa insecure melihat dirinya di cermin—wajah kusam, tubuh membengkak, bau ASI, rambut berantakan. Namun Rafi terus memojokkan. Ia menginginkan Davika kembali “ideal” demi gengsi dan citranya. Davika memohon waktu enam bulan demi ASI eksklusif Keenan. “Aku cuma minta waktu, Kak.” Tapi Rafi menolak. “Artis aja badannya bagus sehabis lahiran,” cibirnya. Bahkan ia mengancam, jika Davika tak nurut, berarti ia tak berbakti sebagai istri.

Terpaksa Davika menurut. Dalam tiga bulan, tubuhnya kembali ideal lewat susu diet dan gym, dengan pola makan yang ditekan ketat. Jika melanggar, Rafi berkata kasar dan bermain tangan. Meski cantik kembali, hatinya hampa. Ia mengalami baby blues ringan—pernah mengabaikan Keenan, merasa tak becus jadi ibu, menangis tanpa sebab, dan hancur karena gagal memberi ASI eksklusif. Hidupnya terasa seperti roller coaster emosi.

Tak berhenti di sana, Rafi juga mengatur pakaian dan penampilan Davika. Ia ingin istrinya selalu cantik, modis, seksi—terutama di depan geng mobilnya—demi kebanggaan diri. Namun ironis, Rafi sangat pelit soal nafkah. Davika hanya diberi sepuluh ribu rupiah per hari. Di rumah mertua, ia masih tertolong oleh dapur keluarga. Tapi sejak tinggal di apartemen, Davika sering menahan lapar, makan seadanya, tak cukup untuk dirinya dan Keenan.

Kini, dengan mata basah, Davika menyadari kebodohannya: lima tahun bertahan dalam obsesi Rafi. Cinta telah membutakan logikanya. Ketukan pintu depan menghentikan tangisnya. Erna membukakan pintu—Aldo datang. Wajahnya menyala amarah. Tanpa banyak kata, ia menyeret lengan Davika dengan kasar.

"Sini lo!"

2/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kehidupan modern saat ini, konflik rumah tangga yang dipicu oleh media sosial semakin menjadi hal yang sering kita temui. Kisah perjalanan Davika dalam menghadapi perceraian akibat status Instagram yang sederhana namun berakibat besar adalah contoh nyata bagaimana dunia digital dapat memengaruhi kehidupan nyata seseorang. Pengalamannya menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan kepercayaan antara pasangan, serta bagaimana tekanan sosial dan ekspektasi dapat memberi dampak psikologis yang mendalam. Saya pernah membaca dan mendengar cerita serupa bahwa ibu baru yang baru melahirkan sering menghadapi tekanan untuk segera kembali ke bentuk tubuh ideal, terutama dari pasangan atau lingkungan sosialnya. Hal tersebut dapat menyebabkan stres dan gangguan pada produksi ASI eksklusif, seperti yang dialami Davika, sehingga berdampak pada kesehatan dan perkembangan bayi. Penting bagi pasangan suami istri untuk saling mendukung dan mengerti kondisi fisik dan emosional setelah melahirkan. Selain itu, perlakuan seperti pembatasan nafkah harian seperti yang dialami Davika menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam rumah tangga yang dapat merugikan pihak istri. Saya percaya bahwa setiap pasangan harus membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai hak serta kewajiban masing-masing, bukan hanya dari segi fisik tetapi juga kesejahteraan emosional dan finansial. Peran CEO tampan dalam cerita ini menambah warna baru dalam kehidupan Davika dan menimbulkan harapan bahwa seseorang yang mengalami masa sulit dalam rumah tangga bisa mendapatkan kebahagiaan baru. Namun, penting juga untuk mengenali bahwa setiap keputusan dan perubahan harus didasari oleh kesiapan dan keinginan diri sendiri, bukan hanya pelarian dari masalah lama. Pengalaman Davika mengingatkan saya bahwa cinta memang rumit dan terkadang butuh keberanian untuk melepaskan sesuatu yang merugikan demi mencari kebahagiaan sejati. Bagi pembaca yang mungkin mengalami hal serupa, ingatlah bahwa dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat vital. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional apabila merasa terjebak dalam situasi yang membahayakan jiwa dan mental. Cerita ini juga mengajak kita untuk lebih waspada terhadap pengaruh negatif media sosial yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keretakan hubungan. Bijaklah dalam menggunakan media sosial, terutama dalam membagikan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan pribadi agar tidak memicu konflik. Semoga kisah Davika memberikan pelajaran berharga dan inspirasi bagi kita semua untuk menjaga hubungan yang sehat, menghargai proses pemulihan setelah masa sulit, dan tetap optimis menghadapi kehidupan.