JATUH DALAM PELUKAN CEO TAMPAN 2

Membalas

Reyhan mengangkat satu alisnya. “Ua.ng? Untuk apa lagi? Bukankah jatah bulananmu lebih dari cukup?”

“Lima ratus juta,” kata Elvyra, mengabaikan pertanyaan Reyhan.

Reyhan tertegun.

“Lima ratus ju.ta? Kamu sudah g.ila? Untuk apa uan.g sebanyak itu?”

“Untuk kebutuhan pribadiku,” jawab Elvyra dingin. “Kamu nggak perlu tahu detailnya.”

“Kebutuhan pribadi? Atau untuk bersenang-senang dengan pria simpananmu?”

"Bukankah itu yang kamu mau?"

Akhirnya, Reyhan menghela napas panjang. Sebuah senyum licik terukir di bibirnya. “Baiklah. Aku akan memberimu ua.ng itu.”

Elvyra sedikit terkejut, ia tidak menyangka akan semudah ini.

“Tapi,” lanjut Reyhan, “ada syaratnya.”

Elvyra sudah menduganya. “Apa?”

"Minggu depan temani aku dan Nayla berlibur ke Bali selama tiga hari. Kakek terus bertanya kapan kita akan berlibur bersama. Ini cara terbaik untuk membuatnya tidak curiga.”

“Bagaimana? Ua.ng lima ratus juta untuk liburan tiga hari yang menyenangkan. Penawaran yang bagus, bukan?”

Elvyra menatap mata Reyhan yang penuh ejekan. Ia butuh ua.ng itu. Ia tidak punya pilihan lain.

“Aku setuju."

Reyhan tersenyum puas. Ia mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu. “Bagus. Ua ngnya kutransfer sekarang.”

Rapat penting sedang berlangsung di dalam sebuah ruangan kantor. Eric membuka pesan notifikasi yang masuk di ponsel.

"Uang 100 ju.ta berhasil diterima."

Senyum tipis tersungging di bi.bir Eric. Ia tak menyangka Elvyra benar-benar serius ingin menjadikannya pria simpanan.

*****

“Ini gaun pesta. Satu jam lagi datanglah ke kolam renang untuk merayakan ulang tahun Nayla. Kamu harus ikut, Vyr,” ucap Reyhan, menyerahkan kotak itu pada Elvyra. Nadanya bukan permintaan, melainkan perintah.

Elvyra datang saat pesta sudah ramai. Musik berdentum, para tamu yang merupakan teman-teman Nayla tertawa dan menari dengan topeng menutupi wajah mereka.

Nayla, sang ratu pesta, berdiri di tengah kerumunan, memotong kue ulang tahun yang besar. Potongan pertama, tentu saja ia berikan pada Reyhan, lengkap dengan ciu man mesra yang disambut sorak-sorai teman-temannya.

“Wah, wah, lihat siapa yang datang,” ujar Nayla dengan nada mengejek. “Sendirian saja? Kasihan.”

“Mana kadoku?”

“Aku tidak bawa.”

Nayla dan teman-temannya tertawa. “Oh, aku tahu. Kamu pasti cemburu kan lihat Mas Reyhan lebih perhatian padaku daripada sama istrinya sendiri?”

“Jelas saja Reyhan pilih Nayla. Lihat saja penampilanmu."

“Tidak sebanding!”

“Benar. Hidupmu pasti menyedihkan sekali, ya?”

“Biar aku beritahu seperti apa itu hidup menyedihkan!” sergah Elvyra.

Dengan satu gerakan cepat, ia menyiramkan sisa jus jeruk tepat ke gaun putih mahal yang dikenakan Nayla. Noda oranye itu langsung menyebar, merusak kesempurnaan gaun itu.

“Sekarang, siapa yang lebih menyedihkan, hah?” tantang Elvyra.

“Pela kor sepertimu tidak punya kebahagiaan sendiri, ya, sampai-sampai harus mengusik pernikahan orang lain?”

Semua orang terperangah. Reyhan, yang tadinya sedang mengobrol dengan tamu langsung berlari mendekat. “Hentikan! Kalian ini kenapa?!”

Nayla melongo, syok melihat keberanian Elvyra. Rasa malunya berubah menjadi amarah yang memb abi b uta. Tanpa berpikir, ia mendorong tubuh Elvyra dengan kedua tangannya sekuat tenaga.

"Kamu pikir siapa dirimu? Das*r perempuan j*lang! Mat* saja sana!"

Elvyra yang tidak siap, terhuyung mundur. Ia kehilangan keseimbangan di tepi kolam renang dan jatuh tercebur ke dalam air yang dalam dan dingin. Tubuhnya terus meronta, mencoba meraih permukaan.

Reyhan hendak melompat untuk menolong, tapi Nayla menarik lengannya kuat-kuat.

“Berhenti, Mas!”

“Lepaskan, Nay! Dia bisa tenggelam!” teriak Reyhan, mencoba melepaskan cengkeraman Nayla.

"Kalau kamu bantu dia, kita putus detik ini juga! Berani kamu?!"

Nayla menyeret Reyhan pergi menjauh meninggalkan Elvyra yang hampir tenggelam.

Baca selengkpnya di KBM APP.

Judul : Jatuh dalam Pelukan CEO Tampan

Penulis : Kurnia94.

5/4 Diedit ke

... Baca selengkapnyaCerita 'Jatuh Dalam Pelukan CEO Tampan 2' menggambarkan bagaimana konflik dalam hubungan yang kompleks sering kali melibatkan lebih dari sekadar masalah cinta, tapi juga uang dan status sosial. Dalam kisah ini, Elvyra menghadapi dilema besar ketika ia meminta jumlah uang fantastis sebesar lima ratus juta rupiah, yang menimbulkan kecurigaan dan ketegangan dengan Reyhan. Dari pengalaman pribadi saya mengikuti cerita-cerita drama semacam ini, hubungan yang dibangun atas dasar materi sering kali rawan akan kesalahpahaman dan pengkhianatan. Konflik memuncak di pesta ulang tahun Nayla yang mewah, sebuah momen yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi ajang pertikaian, terutama saat Elvyra dengan berani menyiramkan jus jeruk ke gaun mahal Nayla. Keberanian Elvyra menentang hinaan dan ejekan teman-teman Nayla menunjukkan sisi kuat dirinya meski ia terluka secara emosional. Insiden ini mengingatkan saya pada pentingnya menjaga harga diri dalam situasi sulit, sekaligus memberi pesan bahwa kadang keberanian kita diuji dalam momen-momen paling tak terduga. Selain itu, adegan di kolam renang di mana Elvyra hampir tenggelam menjadi titik balik dramatis yang memperlihatkan kompleksitas hubungan antara Reyhan, Nayla, dan Elvyra. Hal ini mempertegas bahwa cinta, kekuasaan, dan ambisi saling bertarung dalam kehidupan mereka. Berdasarkan cerita-cerita serupa yang saya baca dan tonton, seringkali keputusan yang diambil di detik-detik kritis seperti ini memiliki dampak besar pada seluruh perjalanan cerita. Kisah ini juga menyinggung tema 'pria simpanan' dan tekanan sosial yang sering dialami wanita dalam lingkaran kekuasaan dan kekayaan, memperlihatkan realitas pahit di balik kemewahan dan status. Dari sudut pandang saya, cerita seperti ini sangat menarik karena memperlihatkan dinamika psikologis karakter yang saling bertubrukan, membuat pembaca ikut terbawa emosi dan penasaran dengan kelanjutannya. Bagi pembaca yang menyukai cerita dengan konflik emosional, intrik bisnis, dan drama percintaan yang memikat, kisah ini sangat direkomendasikan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyelami lebih dalam setiap tokoh dan alur cerita yang penuh liku, yang pasti akan memberikan pengalaman membaca yang memuaskan dan menggugah.