JODOH MAYOR KALINGGA (3)

Part 3

“Yang jelas saya h4mil bukan dengan Rendra. Dan Anda tidak perlu mengetahui siapa sebenarnya bapak dari b4yi ini.”

Hayna mengatakan itu tanpa keraguan.

Aku menyipitkan mata. “Itu artinya kamu menjebak Rendra?”

“Saya tidak pernah menjebak sepupu Anda,” jawabnya lirih namun tegas. “Dia yang sungguh-sungguh ingin menikahi saya begitu tahu saya h4mil.”

Aku menatapnya semakin t4jam. Pernyataan itu tidak masuk akal.

“Lalu kenapa keluargamu mendesak keluargaku?” tanyaku dingin. “Seolah-olah Rendra benar-benar bapak dari b4yi itu?”

Hayna tidak langsung menjawab. Dia menarik napas perlahan, seolah mengatur emosinya sebelum berbicara lagi.

“Rendra yang memberitahu semua orang bahwa b4yi ini an4knya.” Jawaban itu keluar tanpa ragu sedikit pun.

Aku tertawa kecut. “Kamu pikir aku percaya?”

Aku berbalik dan berjalan menuju jendela kamar. Tanganku menyibak gorden tebal itu. Cahaya bulan langsung masuk ke dalam ruangan, menembus kaca jendela dan menyorot sebagian lantai kamar.

Aku berdiri membelakanginya sekarang. Mataku menatap langit malam yang gelap tanpa bintang.

“Aku kenal siapa Rendra,” kataku datar. “Dia dokter yang cerdas. Mana mungkin dia bertindak sebo-doh itu dengan mengakui bayi laki-laki lain sebagai anaknya.”

Lalu perlahan aku menoleh. Senyum sinis kembali muncul di bibirku saat menatap perempuan itu “Aku tidak menyangka santri penghafal Al-Qur'an sepertimu ternyata n4kal dan pintar menggoda.”

Tatapanku menajam. “Dasar wanita j4l4ng!”

Aku kira perempuan itu akan marah. Atau menangis. Atau setidaknya tersinggung. Tapi yang dilakukan Hayna justru membuatku terdiam.

Dia menoleh menatapku. Tidak ada kemarahan di wajahnya. Tidak ada air mata. Dia malah tersenyum tipis.

“Benar,” katanya tenang. “Saya memang wanita j4l4ng.”

“Kalau begitu,” lanjutnya pelan, “itu artinya wanita seperti saya tidak pantas menjadi istri tentara berpangkat mayor seperti Anda, kan?”

Anehnya kali ini aku justru tidak langsung menjawab. Aku hanya menatapnya. Cara dia mengucapkan kata-kata itu seolah dia benar-benar tidak peduli dengan penilaian orang. Seolah label buruk yang baru saja kulemparkan kepadanya tidak berarti apa-apa.

Dan entah kenapa… itu justru membuat rasa penasaranku semakin besar.

Hayna perlahan berdiri dari tepi kasur. Gaun pengantinnya bergerak lembut mengikuti langkahnya. Dia menghela napas berat.

“Jangan lupa untuk menepati janji Anda, Mayor,” katanya pelan. “Cer4ikan saya saat kita pindah ke rumah dinas Anda.”

Dia menatapku sekilas. “Dengan begitu Anda bisa lepas dari wanita j4l4ng seperti saya.”

Lagi-lagi aku masih diam. Ada sesuatu yang tidak beres dari perempuan ini. Tidak ada perempuan yang sedang dipermalukan seperti ini namun tetap setenang itu. Dan itu justru membuatku semakin merasa penasaran.

“Saya mau ke kamar mandi dulu,” katanya setelah beberapa saat. “Permisi.”

Dia melangkah menuju kamar mandi.

“Tunggu,” kataku cepat.

Langkah Hayna langsung terhenti. Dia menoleh menatapku dalam diam.

Aku berbalik sepenuhnya sekarang. Lalu melangkah mendekatinya.

“Apa yang akan kamu lakukan setelah bercer4i dariku?” Pertanyaan itu keluar tanpa sempat kupikirkan lebih dulu.

Hayna tidak langsung menjawab. Dia menatapku cukup lama. Tatapan yang penuh perhitungan. Seolah sedang menimbang apakah aku pantas mengetahui jawabannya.

Beberapa detik kemudian dia menghela napas pelan. “Saya ingin pergi sejauh-jauhnya dari sini.”

Dia menjeda kalimatnya sejenak. Lalu melanjutkan dengan suara yang lebih lirih. “Dan ini menjadi salah satu alasan kenapa saya bisa sampai di titik ini.”

Aku mengerjap pelan. Kata-katanya terasa… aneh.

Tidak seperti perempuan yang sedang mencoba menyelamatkan reputasinya. Justru seperti seseorang yang sedang berusaha melarikan diri dari sesuatu.

“Apa yang sudah terjadi pada hidupmu sebenarnya?” tanyaku akhirnya.

Bersambung

Baca selengkapnya di aplikasi KBM App ya...

Judul: Jodoh Mayor Kalingga

Penulis: Dewi Diyu

7/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam melanjutkan kisah Jodoh Mayor Kalingga, saya ingin berbagi pengalaman saya saat membaca cerita yang sarat dengan ketegangan emosional seperti ini. Konflik dalam hubungan yang dibangun atas dasar situasi sulit—seperti pernikahan terpaksa dan rahasia kehamilan—bukan hanya menarik dari segi cerita, tapi juga mengingatkan kita akan kompleksitas hubungan manusia. Ketika Hayna dengan tegas menyatakan bahwa dia hamil bukan dari Rendra, dan sekaligus mengaku dirinya wanita dengan masa lalu yang kelam, itu menimbulkan dilema moral yang sebenarnya sangat realistis dalam kehidupan nyata. Saya pernah bertemu orang-orang yang juga berjuang menerima fakta berat dalam hubungan mereka, terutama saat ada tekanan sosial dan keluarga yang turut campur tangan. Apa yang saya pelajari dari cerita seperti ini adalah pentingnya komunikasi dan kejujuran, meskipun kadang-kadang kebenaran itu pahit dan menyakitkan. Dalam konteks cerita, Mayor Kalingga yang merasa yakin dengan kecerdasan Rendra, tapi juga mengalami ketidakpastian karena perilaku Hayna, menggambarkan betapa sulitnya menilai sesuatu dari permukaan saja. Selain itu, ketenangan dan sikap pasrah Hayna saat menerima cacian dan tuduhan justru menambah daya tarik cerita. Dalam kehidupan sehari-hari, saya menyadari bahwa sikap menerima diri dengan segala kekurangan bisa jadi sebuah kekuatan dalam menghadapi stigma masyarakat. Kalimat Hayna yang menyatakan ingin pergi sejauh-jauhnya setelah bercerai memberi saya kesan bahwa setiap orang memiliki cerita dan alasan yang lebih dalam yang tidak selalu diketahui orang lain. Hal ini menjadi pengingat bahwa kita tidak boleh cepat menghakimi seseorang tanpa mengetahui keseluruhan kisahnya. Cerita ini juga mengangkat isu tentang bagaimana pernikahan yang dibentuk atas dasar paksaan atau kesalahpahaman bisa memicu konflik emosional yang besar, dan bagaimana karakter harus melaluinya. Dari pembacaan saya, kisah seperti ini mengundang pembaca untuk refleksi tentang nilai kesetiaan, pengorbanan, dan makna sebenarnya dari sebuah ikatan. Apabila Anda tertarik pada kisah yang menyentuh akar masalah hubungan manusia dengan drama, intrik, dan sikap tegar dalam menghadapi situasi sulit, mengikuti jalannya kisah Mayor Kalingga dan Hayna sangat saya rekomendasikan. Jangan lewatkan juga bagaimana kelanjutan kisah ini membuka lebih banyak rahasia yang akan mengubah pandangan Anda terhadap karakter-karakternya.