... Baca selengkapnyaAku pertama kali kenal jahe padi waktu ikut orang tua nanam di kebun belakang rumah. Rimpangnya nggak terlalu besar, tapi aromanya wangi banget dan rasanya lebih pedas hangat dibanding jahe biasa yang sering dijual di pasar. Waktu panen, rimpang jahe padi yang baru dipanen biasanya masih ada sedikit tanah yang menempel dan langsung aku kumpulin dalam keranjang plastik biru biar gampang dibersihkan.
Buat yang belum pernah lihat, ciri jahe padi itu rimpangnya cenderung padat, seratnya halus, dan kalau dipotong bagian dalamnya agak kekuningan. Waktu dipegang, kulitnya lebih tipis jadi gampang dikupas pakai pisau kecil. Aku biasanya pilih rimpang yang kulitnya mulus, nggak lembek, dan nggak ada bercak busuk supaya lebih awet ketika disimpan.
Soal manfaat, jahe padi sering aku pakai buat minuman hangat. Biasanya aku iris tipis beberapa rimpang, lalu direbus bareng gula aren atau madu. Rasanya pedas hangat, enak diminum malam hari atau pas cuaca dingin. Katanya, minum rebusan jahe padi bisa bantu menghangatkan badan, meredakan masuk angin, dan bikin badan lebih enak ketika lagi capek. Aku juga suka campur jahe padi ke wedang, teh, atau susu supaya rasanya lebih nendang.
Selain minuman, jahe padi juga sering aku pakai buat bumbu masakan. Misalnya buat tumisan, olahan ayam, atau sop. Biasanya aku geprek dulu rimpangnya, baru ditumis bareng bawang merah dan bawang putih. Aromanya langsung keluar dan bikin masakan jadi lebih wangi. Kadang aku juga buat versi simpel: jahe padi digeprek, direbus dengan sereh dan daun jeruk, terus jadi kuah hangat yang segar.
Untuk cara menyimpan, rimpang jahe padi hasil panen yang masih ada tanahnya biasanya aku bersihkan dulu pakai air mengalir, lalu dikering-anginkan. Setelah agak kering, baru aku simpan di wadah kering yang ada lubang udaranya, jadi nggak gampang berjamur. Kalau mau tahan lebih lama, rimpang bisa diiris tipis lalu dijemur sampai kering, nanti tinggal diseduh kapan saja.
Buat yang tertarik nanam, pengalaman aku jahe padi cocok ditanam di media tanah gembur yang nggak terlalu becek. Biasanya butuh beberapa bulan sampai siap panen. Rimpang yang sudah cukup tua ditandai dengan daunnya yang mulai menguning. Saat panen, aku gali pelan-pelan biar rimpangnya nggak banyak yang patah. Melihat keranjang penuh jahe padi yang baru dipanen, meski masih ada tanah nempel, rasanya puas banget karena bisa dipakai sendiri di rumah untuk berbagai kebutuhan.