Bagaimana jika bisnis generasi berikutnya bukan cuma “dicatat” di blockchain, tapi benar-benar digerakkan olehnya?

InterLink sedang wujudkan masa depan itu lewat IBTE - InterLink Business Token Exchange.

Marketplace khusus untuk tokenisasi bisnis dan aktivitas ekonomi nyata.

Bayangkan: produk, layanan, transaksi, sampai komunitas bisnis... semuanya langsung on-chain.

IBTE bukan sekadar tempat trading token.

IBTE adalah jembatan yang menghubungkan bisnis nyata ke infrastruktur Web3, modal digital, dan partisipasi global.

Di momen InterLink tembus 9 juta pengguna, ekosistemnya terus melaju.

Dari mining → pembayaran → merchant → dApps → sekarang tokenisasi bisnis.

Visinya jelas: *Bisnis nyata. Transaksi nyata. Nilai nyata.*

Dan setiap pengguna baru? Kamu ikut memperkuat jaringan + mempercepat adopsi.

#InterLink #ITLG #ITL

6/22 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPengalaman saya mengikuti perkembangan teknologi blockchain dan Web3 menunjukkan bahwa tokenisasi bisnis nyata seperti yang dilakukan oleh IBTE membawa dampak signifikan bagi pelaku usaha dan komunitas. Dengan IBTE, produk, layanan, dan transaksi tidak hanya dicatat, tetapi juga dijalankan secara langsung di blockchain (on-chain), memberi transparansi dan efisiensi yang sulit dicapai dengan sistem tradisional. Saya pernah mencoba menggunakan platform serupa untuk mengelola aset digital dan merasakan betapa pentingnya integrasi modal digital dan dukungan infrastruktur Web3 yang sustainable. IBTE hadir sebagai marketplace khusus yang benar-benar menggabungkan berbagai aktivitas ekonomi nyata dengan teknologi ini. Interlink sebagai jembatan antara bisnis nyata dengan dunia digital global membuka peluang bagi bisnis skala kecil hingga besar untuk menjangkau partisipasi internasional. Menariknya, ketika ekosistem InterLink tumbuh hingga 9 juta pengguna, hal ini menunjukkan kepercayaan dan adopsi yang semakin meluas. Mulai dari mining, pembayaran, merchant, hingga dApps, dan kini tokenisasi bisnis, membuktikan visi yang jelas: bisnis nyata, transaksi nyata, dan nilai nyata. Proses ini tak hanya sekadar memudahkan transaksi, tapi juga mempercepat efisiensi modal dan keikutsertaan pengguna dalam membangun jaringan berkelanjutan. Sebagai pengguna, saya merasakan bahwa setiap partisipasi menambah kekuatan jaringan—mengakselerasi transformasi digital dan membuka peluang pendanaan baru dengan sistem yang jauh lebih transparan dan aman. Komunitas bisnis yang terlibat pun mendapatkan nilai tambah karena segala aktivitas dapat diverifikasi dan diakses dengan mudah, sehingga hubungan antara pelaku bisnis dan pelanggan menjadi lebih terpercaya. Dengan perkembangan ini, IBTE membuka pintu bagi generasi bisnis baru yang tidak hanya direkam di blockchain, tetapi benar-benar digerakkan lewat teknologi tersebut. Ini merupakan perubahan paradigma yang memberikan harapan baru bagi ekonomi digital di Indonesia dan global, menjembatani gap antara bisnis konvensional dan ekosistem Web3 yang terus berkembang.

Posting terkait

Gambar ini menampilkan dokumen berjudul 'KENA PENIPUAN ONLINE?' yang berisi tabel biaya perlengkapan cuti pekerja migran dan informasi pembayaran ke rekening BNI atas nama SUKIS BIANTORO, disertai ilustrasi kepala orang dan panah ke logo BNI.
Tangkapan layar percakapan WhatsApp menunjukkan penipu (SUKIS BIANTORO) meminta korban menghubungi agensi untuk menanyakan pengajuan cuti dan memberikan skrip percakapan yang harus disampaikan.
Tangkapan layar percakapan WhatsApp dan bukti transfer SeaBank menunjukkan diskusi pembayaran uang muka sebesar Rp 1.761.170 (25% dari biaya administrasi) dan konfirmasi transfer ke rekening Sukis Biantoro BNI.
Kena penipuan online harus bagaimana?
Apa yang kamu lakukan jika kena penipuan online ? 1. Lapor polisi 2. Lapor bank tempat kamu melakukan transaksi Apakah uang dari penipuan online bisa kembali ? Pihak bank tidak menjanjikan uang akan kembali, tapi sudah mengupayakan bank penerima transaksi, agar akun rekening tsb diblokir. A
kubisrebus

kubisrebus

9 suka

Kolase berbagai aksesori seperti bando, anting, dan kalung yang dipajang di rak dan keranjang, dengan cermin berbentuk hati. Teks di atasnya bertanya "BAGAIMANA MENGURANGI KEBIASAAN JAJAN?" berdasarkan pengalaman pribadi.
Dua gelas minuman, satu berwarna ungu dengan es dan daun mint, dan satu lagi berwarna coklat dengan busa. Teks di atasnya memberikan tips untuk makan di rumah sebelum bepergian agar tidak tergoda jajan di luar.
Rak-rak toko yang menampilkan berbagai tas tangan dan dompet dalam berbagai warna dan gaya. Teks di atasnya menyarankan untuk mempertanyakan kebutuhan produk sebelum membeli di toko fisik.
Bagaimana Mengurangi Kebiasaan Jajan?🛍
Hi lemonade🍋 Siapa disini suka jajan? saking sukanya bisa sampe setiap hari harus jajan? Padahal uangnya pas-pasan😭Sini-sini aku bisikin cara agar mengurangi kebiasaan jajan. Oiya tips-tips ini base on my experience ya, semoga menginspirasi🫶🏻🎀💕 #productivityhacks #TanyaJawabdiLemon8 #savin
Nisa Ulliza

Nisa Ulliza

668 suka

Lihat lainnya