... Baca selengkapnyaSebagai pemilik kulit acne prone, aku termasuk yang lumayan sering eksperimen dengan benzoyl peroxide, terutama Benzolac. Banyak yang tanya, benzoyl peroxide itu sebenarnya obat apa, aman nggak, dan bedanya Benzolac kuning, hijau, dan biru itu apa.
Pertama, soal kandungan dan harga. Benzoyl peroxide termasuk obat jerawat yang cukup kuat, jadi di apotek dijual sebagai obat bebas terbatas. Di Benzolac, ada yang 2.5% dan 5%. Secara teori, 2.5% itu lebih gentle dan risiko iritasinya lebih kecil, tapi tetap efektif buat jerawat meradang ringan. Versi 5% (yang sering disebut Benzolac kuning) biasanya dipilih kalau jerawatnya lebih bandel atau sudah pernah cocok dengan BP sebelumnya. Harganya relatif terjangkau, sekitar belasan sampai 30 ribuan tergantung ukuran tube dan tempat beli.
Buat yang bingung "benzolac kuning untuk apa", biasanya aku pakai khusus sebagai spot treatment di jerawat merah meradang, bukan buat dioles ke seluruh wajah. Teksturnya gel, jadi lebih gampang ditotolin di area kecil. Kalau kulitmu sensitif, bisa mulai dengan Benzolac 2.5 dulu, baru naik ke 5% kalau dirasa perlu. Perbedaan benzolac 2.5 dan 5 utamanya di kekuatan dan potensi iritasi, bukan di fungsi dasarnya.
Soal warna kemasan: banyak yang nyebut Benzolac hijau, kuning, atau biru. Ini sebenarnya buat bedain varian dan kadarnya. Intinya, selalu baca dulu tulisan persen (%) benzoyl peroxide di kemasan sebelum beli, jangan cuma mengandalkan warna. Kalau masih awal coba, pilih kadar yang lebih rendah dulu.
Efek samping benzolac yang aku rasain pribadi: kulit di sekitar jerawat bisa kering, agak perih, dan kadang mengelupas tipis. Kalau dipakai terlalu tebal, area tersebut jauh lebih gampang jadi kehitaman (PIH) setelah jerawat kempes. Makanya, aku selalu pakai tipis, cuma tepat di atas jerawat, dan maksimal 1–2 kali sehari. Penting juga buat pakai moisturizer dan sunscreen di siang hari, karena kulit jadi lebih sensitif.
Banyak juga yang nanya apakah salep Benzolac bisa menghilangkan bruntusan. Dari pengalamanku, benzoyl peroxide lebih efektif di jerawat yang sudah meradang (pustule, papule), bukan sekadar bruntusan kecil yang belum infeksi. Kalau bruntusan, aku lebih mengandalkan exfoliant lembut seperti salicylic acid. Benzolac aku simpan khusus untuk "senjata darurat" kalau muncul jerawat besar dan nyeri.
Di sisi lain, obat jerawat La Roche-Posay seperti Effaclar Duo+M menurutku lebih masuk ke kategori kosmetik fungsional. Kandungannya ada LHA, salicylic acid, dan niacinamide, yang cenderung lebih gentle dan bisa dipakai ke seluruh wajah. Kalau kamu punya jerawat yang menyebar dan pengen produk yang teksturnya enak dipakai sehari-hari, Effaclar lebih nyaman. Tapi kalau fokusmu adalah totol jerawat yang muncul sesekali, Benzolac acne treatment ini masih jadi andalan dengan harga yang jauh lebih ramah.
Cara pakai Benzolac versi aku: malam hari setelah cuci muka dan toner, aku totol tipis di jerawat yang meradang, tunggu kering, baru lanjut moisturizer di sekelilingnya (nggak dilapisi tepat di atas Benzolac). Pagi harinya wajib pakai sunscreen. Kalau terasa terlalu kering, aku kurangi frekuensi jadi selang-seling hari.
Intinya, baik benzoyl peroxide produk apotek seperti Benzolac maupun obat totol jerawat La Roche-Posay punya fungsi masing-masing. Tinggal disesuaikan dengan kondisi kulit, budget, dan seberapa kuat kulitmu menahan iritasi. Selalu patch test dulu, dan kalau ragu atau jerawat parah, lebih baik konsultasi dokter kulit supaya pemakaian obat jerawatmu lebih aman dan terarah.