Om @Deddy Corbuzier ijin mengambil cuplikan video podcastnya 🙏🏻 mengambil untuk pembahasan ketiga obat ini semaglutide (ozempic), tirzepatide (Mounjaro) dan Retatrutide.

Ketiga obat ini digunakan indikasi awal untuk diabetes tipe 2 dan sekarang untuk obesitas (offlabel) dengan cara mekanisme yang sama di agonis reseptor GLP-1 dengan penambahan kombinasi berbeda GIPR dan GCG.

#aptsandry #edukasitiktok #edukasikesehatan #edukasifarmasi #bahasobatdanpanganmakanan #1menitaptsandry #bahasobat #obesitas #dmtipe2 #ozempic #semaglutida #tirzepatide #mounjaro #retatrutideupdate #diet #penurunberatbadan #obatobesitas #obesitasbadan #kegemukan #diabetes #diabetestype2

2025/7/24 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBanyak yang tanya, sebenernya cara kerja retatrutide itu apa sih dan kenapa dibilang lebih “powerful” dibanding semaglutide dan tirzepatide? Aku coba jelasin dengan bahasa ala sehari-hari versi nakes ya, biar gampang kebayang. Pertama, kita kenalan dulu sama keluarga hormon inkretin. Semaglutide itu agonis GLP-1 (GLP-1R agonist). Artinya dia nempel ke reseptor GLP-1 di pankreas, otak, lambung, dan beberapa organ lain. Efeknya: insulin naik saat gula darah tinggi, glukagon turun, pengosongan lambung melambat, dan otak dikasih sinyal kenyang lebih lama. Makanya dia bantu turunin gula darah sekaligus bikin kita lebih mudah mengontrol nafsu makan. Tirzepatide naik satu level: dia dual agonist GLP-1R/GIPR. Jadi selain GLP-1, dia juga mengaktivasi reseptor GIP. Kombinasi ini bikin efek ke insulin dan sensitivitas insulin di jaringan lemak dan otot jadi lebih kuat. Secara teori dan dari beberapa studi, tirzepatide bisa memberi penurunan berat badan dan perbaikan kontrol gula darah yang lebih besar dibanding agonis GLP-1 tunggal seperti semaglutide. Nah, retatrutide beda lagi. Dia disebut triple agonist: GLP-1R/GIPR/GCGR. Jadi ada tambahan target: reseptor glukagon (GCGR). Di permukaan kayaknya aneh, glukagon kan biasanya menaikkan gula darah. Tapi pada formulasi dan dosis tertentu, aktivasi GCGR justru dimanfaatkan untuk meningkatkan pengeluaran energi (energy expenditure) dan thermogenesis: tubuh “membakar” lebih banyak kalori bahkan saat istirahat. Pengaruh ke jaringan lemak (adipose tissue) juga lebih kompleks: lipolysis dan oksidasi lemak meningkat, massa lemak berkurang. Kalau digambarin simpel: - Semaglutide (GLP-1): fokus ke kontrol gula darah + rasa kenyang. - Tirzepatide (GLP-1 + GIP): kontrol gula darah + rasa kenyang + efek lebih kuat ke sensitivitas insulin dan jaringan lemak. - Retatrutide (GLP-1 + GIP + glucagon): semua efek di atas + peningkatan pembakaran energi (thermogenesis) dan pengaruh lebih luas ke metabolisme lemak dan hati (hepatic steatosis, lipid oxidation). Di gambar mekanisme yang sering beredar, kamu bakal lihat kata-kata seperti insulin secretion, insulin sensitivity, food intake, gastric emptying, thermogenesis, lipolysis, hepatic steatosis, sampai FGF21 secretion. Itu semua rangkaian efek di berbagai organ: otak (GABAergic neurons, pengaturan nafsu makan), pankreas (sekresi insulin-glukagon, proteksi sel beta), hati (lemak hati, bile acid secretion), jaringan lemak (lipolysis, adipose tissue mass), dan otot. Pengalaman pribadi baca-baca jurnal, retatrutide ini lagi “naik daun” karena di uji klinis awal penurunan berat badannya cukup dramatis. Tapi penting banget diingat: semua obat ini tetap punya efek samping, misalnya mual, muntah, keluhan gastrointestinal, dan masih fase studi lebih lanjut untuk keamanan jangka panjang, terutama retatrutide. Jadi kalau kamu cari “cara kerja retatrutide”, bayangin dia sebagai versi triple agonist: menggabungkan efek GLP-1, GIP, dan glukagon dalam satu molekul untuk mengatur gula darah, nafsu makan, dan pembakaran energi sekaligus. Tapi penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan dokter, bukan obat diet bebas yang bisa dipakai sembarangan.

Cari ·
honda cm 125