Baca dulu dan pahami konteksnya jadi jangan bilang bpom itu engga adil ya @BPOM_RI 🙏🙏 jangan penggiringan opini dan juga sudah di konfirmasi dengan bersangkutan👍
#aptsandry #edukasitiktok #edukasifarmasi #edukasikesehatan #bahasobatdanpanganmakanan #1menitaptsandry #skincare #kosmetik #bpom #publicwarningbpom #ijinedarbpom
Dalam kehidupan belajar, sikap anak saat menghadapi ujian sangat mencerminkan karakter dan integritasnya. Ada anak yang memilih jalan pintas dengan menyontek karena merasa malas atau tidak percaya diri dalam persiapan. Namun, sikap seperti ini tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Sebaliknya, anak yang belajar sungguh-sungguh dan mengerjakan ujian dengan jujur menunjukkan nilai kejujuran dan tanggung jawab yang tinggi. Mereka memahami bahwa keberhasilan sejati didapatkan melalui usaha dan ketekunan, bukan melalui cara yang mudah tapi tidak benar. Mengenai penggunaan bahasa, penting untuk memperhatikan ejaan dan tanda baca agar pesan yang ingin disampaikan jelas dan tepat sasaran. Contoh kalimat yang kurang baik secara ejaan dan tanda baca: "ada anak yang malas belajar saat menghadapi tes dia menyontek jawaban ada juga anak yang sungguh-sungguh belajar dan ketika ujian dia mengerjakan dengan jujur, carilah kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca pada teks tersebut kemudian perbaikilah." Kalimat tersebut dapat diperbaiki menjadi: "Ada anak yang malas belajar. Saat menghadapi tes, dia menyontek jawaban. Ada juga anak yang sungguh-sungguh belajar dan ketika ujian, dia mengerjakan dengan jujur. Carilah kesalahan penggunaan ejaan dan tanda baca pada teks tersebut, kemudian perbaikilah." Memperbaiki penggunaan ejaan dan tanda baca akan meningkatkan kualitas tulisan dan memudahkan pembaca memahami isi pesan. Menjaga etika dalam belajar dan berkomunikasi adalah fondasi penting untuk pengembangan diri yang baik dan pembentukan karakter mulia.
























