Mau gimana ya?? Siapa sih actor dibelakang kebijakan ini??

Kesel sih pasti karena saya di Apotek dan baca hingga paham aturannya bingung juga. Tindakan @BPOM RI terhadap aturan permenkes tentu ya pastinya DINKES setempat sebenarnya bertentangan. Kurang paham lagi kami di Apotek di batasi malah di legalkan begini.

#aptsandry #distribusiobat #apoteker #permenkes2025 #apotek

2025/11/3 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSebagai seorang yang bekerja di apotek, saya merasa perlu berbagi pengalaman terkait Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/972/2025 yang mengatur distribusi dan penyerahan obat bebas dan obat bebas terbatas di hypermarket, supermarket, dan minimarket. Aturan ini memberi legalitas baru pada penjualan obat di tempat-tempat yang sebelumnya tidak diperbolehkan, dan tentunya mempengaruhi cara kami sebagai apoteker melayani pasien. Permenkes ini menimbulkan kebingungan terutama bagi pihak apotek karena seolah membatasi ruang gerak kami, sementara pada waktu yang sama melegalkan distribusi obat lewat outlet swalayan. Kontradiksi ini membuat banyak rekan seprofesi bertanya-tanya tentang masa depan peran apoteker dalam pengawasan obat bebas. Dari pengalaman saya, penting bagi pembeli obat untuk tetap waspada dan memahami bahwa walaupun obat bisa dibeli di minimarket, tidak semua obat cocok untuk digunakan tanpa konsultasi apoteker atau tenaga kesehatan. Jadi, aturan ini sebenarnya menuntut peningkatan edukasi konsumen agar distribusi obat bebas tetap aman dan efektif. Selain itu, koordinasi yang lebih baik antara BPOM, DINKES, dan pihak apotek sangat diperlukan untuk menyosialisasikan aturan ini agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat dan agar keamanan penggunaan obat tetap terjaga. Saya berharap informasi dan pengalaman ini bisa membantu pembaca lebih memahami dampak teknis dari Keputusan Menteri Kesehatan ini di lapangan dan tetap bijak dalam menggunakan obat apapun.

Cari ·
baju kemeja wanita motif