Sekali lagi ya, tidak ada istilah “SKINCARE APOTEK” lah yang dikasih obat logo k (keras) bahkan pas di jual e-comers malah dihilangkan logo k-nya kocak-kocak. SKINCARE = KOSMETIK, APOTEK= tempat praktek apoteker bisa jual obat, suplemen, kosmetik dan herbal ketentuan berdasarkan perundang-undangan berlaku pemberian DOWA bisa diberikan wajib edukasi apoteker dengan ketentuan dengan jumlah tertentu ditulis dalam lembar PIO.
Sebagai seseorang yang pernah membeli produk skincare di apotek, saya paham betul kebingungan yang muncul soal istilah "skincare apotek". Banyak yang beranggapan skincare ini sama dengan obat keras, padahal sebenarnya sangat berbeda. Saya pernah mengalami breakout setelah mencoba produk yang katanya skincare apotek, namun ternyata salah memahami produk dan penggunaannya. Dari pengalaman saya, penting sekali untuk mengetahui logo yang ada pada kemasan produk. Logo warna hijau biasanya menandakan obat bebas, biru untuk obat luar dengan aturan tertentu, dan logo huruf K untuk obat keras yang hanya boleh didapat dengan resep dokter. Ketika membeli produk di e-commerce, kadang ada yang menghilangkan logo penting ini, sehingga sangat berisiko bila digunakan tanpa pengawasan apoteker. Skincare yang dijual di apotek sebenarnya adalah kosmetik dengan bahan aktif yang sudah teruji secara ilmiah dan aman digunakan untuk perawatan harian. Mereka juga harus melalui uji dermatologis agar cocok untuk kulit sensitif. Namun, kalau produk tersebut mengandung obat keras seperti krim antibiotik atau gel jerawat dengan bahan Adapalene, tentu harus dengan resep dan pengawasan apoteker untuk menghindari efek samping serius. Pengalaman saya juga membuktikan bahwa edukasi apoteker sangat membantu dalam menyesuaikan dosis dan informasi cara pakai supaya efektif dan aman. Jadi, jangan ragu untuk bertanya saat membeli produk skincare di apotek karena mereka punya kewajiban memberikan edukasi kepada pembeli. Selain itu, saya sarankan untuk menghindari membeli produk skincare apotek dari sumber yang tidak resmi atau online tanpa label lengkap. Karena bisa jadi produk abal-abal tanpa kandungan yang jelas, malah berbahaya untuk kulit kita. Kesimpulannya, memahami perbedaan skincare apotek dan obat keras sangat penting agar kita bisa merawat kulit dengan benar tanpa risiko berlebihan. Selalu cek label, cari produk dengan logo yang sesuai dan pastikan mendapat edukasi dari apoteker ketika membeli produk yang mengandung bahan aktif. Semakin sadar tentang hal ini, semakin kita bisa menjaga kesehatan kulit tanpa salah kaprah dan resiko efek samping.